Pedagang Johar Menolak Direlokasi ke Kompleks MAJT

H Zainal Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
H Zainal
Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Pedagang Pasar Johar menolak rencana Pemkot Semarang untuk merelokasi mereka ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Lokasi tersebut dianggap kurang memadai dan terlalu jauh dari pusat kota.

Rapat para pedagang Pasar Johar yang berlangsung pada Selasa (11/5) sore, menyimpulkan bahwa mereka enggan direlokasi sementara di kompleks MAJT yang berada di Jalan Gajah Raya. Berdasarkan informasi yang mereka terima, di lokasi tersebut hanya disediakan lapak untuk satu pedagang seluas 2×2 meter.

“Kalau jualannya akik ya bisa diberi tempat segitu. Untuk pedagang pakaian, sepatu, penjahit, atau lainnya kan gak mungkin,” ucap sesepuh toko Pasar Johar sekaligus pemimpin rapat, H. Zainal (65) kepada metrosemarang.com seusai pertemuan.

Selain itu, lapangan MAJT juga dinilai jauh dari Pasar Johar. Dalam rapat yang berlangsung di toko mini kompleks Pasar Yaik Baru tersebut diputuskan ada beberapa lokasi alternatif yang diusulkan sebagai pasar sementara, yakni Jalan H. Agus Salim, Pemuda, dan Imam Bonjol.

“Ada sekitar 7.400 toko dan kaki lama yang hangus. Mereka harus secepatnya berjualan. Kalau di lapangan MAJT pasti tidak bakal bisa tertampung. Makanya ada beberapa usulan tempat itu,” imbuh Zainal.

Rencananya, rapat pedagang Johar akan kembali digelar besok Rabu (13/5) pukul 15.30 di tempat yang sama. Rapat diikuti dari perwakilan ketua dan wakil ketua setiap kelompok. (ans)

You might also like

Comments are closed.