Pedagang Kanjengan Acuhkan Batas Akhir untuk Pindah

METROSEMARANG.COM – Batas akhir pengosongan kios blok C dan D Pasar Kanjengan yang dilayangkan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang pada tanggal 15 Agustus ini, belum sepenuhnya dipatuhi oleh para pedagang. Tidak sedikit pedagang khususnya pedagang penjual buah yang masih bertahan di dalam pasar.

Pedagang Pasar Kanjengan ngotot bertahan meski Pemkot sudah menetapkan batas akhir pengosongan Blok C dan D pada 15 Agustus. Foto: metrosemarang.com/dok

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pedagang terlihat masih beraktifitas seperti biasanya. Bahkan ada yang terlihat masih belum melakukan persiapan apapun untuk mengosongkan kios. Sesuai surat edaran dari Dinas Perdagangan yang dilayangkan ke pedagang, seharusnya hari ini mereka sudah mengosongkan kiosnya.

Mereka diminta untuk mengemasi barang dagangannya dan pindah menempati tempat relokasi sementara yang telah disediakan oleh pemerintah kota. Yakni di Relokasi Johar Sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Arteri Soekarno Hatta.

”Saya memang belum mau pindah hari karena pedagang belum pernah mendapatkan sosialisasi resmi dari Pemerintah Kota Semarang. Seharusnya pemerintah juga menyediakan tempat relokasi yang layak,” kata Ketua paguyuban pedagang blok C dan D Pasar Kanjengan Sri Suhartiningsing, Selasa (15/8).

Dia menilai tempat relokasi yang disediakan di kawasan MAJT belum layak untuk berjualan. Pasalnya barang dagangan yang dimiliki berupa emas-emasan membutuhkan tempat dan keamanan yang khusus. ”Tidak asal lokasi seadanya di relokasi,” ujarnya.

Namun demikian, untuk pedagang buah yang berada di blok D Pasar Kanjengan sebagian besar sudah mulai meninggalkan kios. Terlihat dari kios mereka yang sudah mulai kosong dan tertutup. Mereka telah menempati tempat relokasi di komplek MAJT. (duh)

You might also like

Comments are closed.