Pedagang Kecewa Zonasi Pasar Bulu

 

Sejumlah pedagang belum puas dengan zonasi Pasar Bulu. Foto Metrosemarang
Sejumlah pedagang belum puas dengan zonasi Pasar Bulu. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Setelah memastikan tanggal 23 Desember pindah, Dinas Pasar Kota Semarang Rabu (17/12) melakukan undian lapak bagi pedagang Pasar Bulu. Dari hasil undian tersebut, sejumlah pedagang masih kurang puas, karena ditempatkan di lantai tiga atau teratas. Dikhawatirkan di lantai tersebut tidak ramai pembeli, sehingga akan merugi.

Dinas Pasar melaksanakan undian nomor lapak pedagang di lantai satu. Dalam pengundian yang dipimpin Kepala Dinas Pasar, Trijoto Sardjoko, ada sekitar 200-an pedagang yang ikut hadir. Karena ini baru merupakan undian tahap pertama. Yakni baru untuk pedagang barang pecah belah (gerabah), konveksi, dan asesoris. Mereka dibagi dalam tiga zona sesuai dengan jenis barang yang dijual tersebut.

Dinas Pasar menentukan pedagang gerabah di lantai 3, sementara konveksi dan asesoris di lantai satu. Setelah dipanggil satu per satu dan mengambil nomer undian, pedagang diminta menunjukkan surat izin dasar, bukti kepemilikan, dan mengisi berkas administrasi. Dicocokan luasan lapak sebelumnya yang dimiliki, identitas diri, dan penjelasan jumlah petak lapak yang diperoleh serta letak lapaknya pada gambar.

Setelah itu, petugas Dinas Pasar dan Satpol PP mengantar pedagang untuk melihat letak lapak yang diperoleh melalui undian tersebut. Dijelaskan mana saja petak lapak yang menjadi miliknya, dan batasannya dengan lapak milik pedagang lainnya. Setiap petak lapak ukurannya 1×1,5 meter. Jika sebelumnya mereka punya seluas 3 meter persegi, maka berarti mendapatkan dua petak lapak. Sejumlah pedagang mendapatkan cukup banyak lapak, bahkan hingga 38 buah petak lapak.

Muryani (55) seorang pedagang gerabah mengatakan, kurang puas dengan zonanisasi yang dilakukan oleh Dinas Pasar. Pasalnya, zona gerabahan diletakkan di lantai tiga atau lantai yang teratas. Dia khawatir, lantai tiga tersebut akan sedikit dikunjung pembeli, sebab pembeli harus bersusah-susah untuk naik ke atas.

Dia khawatir dagangannya akan sepi pembeli, padahal sebelumnya di Pasar Bulu lama, letak lapaknya berada sangat strategis, dan sering dikunjungi pembeli. ‘’Ya saya tetap berdoa semoga jualannya ramai, tapi kalau boleh memilih,’’ kata warga Jalan Kumudasmoro RT 5 RW 5 ini.

Namun, pedagang yang sudah sekitar 30 tahun berjualan di Pasar Bulu itu mengaku lega, setelah mendapat lapak sesuai dengan luasan yang dimilikinya dulu. ‘’Memang senang, karena ternyata tidak mendapat satu lapak saja, tapi sesuai dengan yang dulu. Sekarang saya mendapat 38 petak lapak,’’ ujarnya. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.