Pedagang Kreatif Barito Keberatan Direlokasi ke Pasar Klithikan

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 450 pedagang kreatif Barito ‘Karya Mandiri’ dari blok A sampai H menolak untuk direlokasi. Mereka mengklaim tidak berada pada lahan yang terdampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan sudah menjadi ikon Kota Semarang bahkan Jawa Tengah.

Pemilik kios di Jalan Barito harap-harap cemas menanti realisasi normalisasi BKT, yang berarti mereka juga bakal direlokasi. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Kami memiliki karakteristik berbeda dibanding pedagang Barito umumnya di sepanjang Kaligawe hingga Majapahit. Kami berada bukan di atas tanggul, tapi di bawah tanggul. Dan itu resmi pemberian Pemkot saat terjadi relokasi dari Tawang tahun 1970 serta berstatus IMB,’’ kata Ketua Paguyuban Karya Mandiri Barito, Yulianto, Minggu (28/5).

Pedagang mengaku resah karena isu yang berkembang mereka akan ikut direlokasi di Pasar Klithikan Penggaron. Relokasi tersebut dianggap bukan solusi, karena ukuran kios di Pasar Klithikan hanya 3×3 meter, lebih sempit dari tempat jualan sekarang yang berukuran 3×4 meter. Serta masih ada tambahan lahan di belakang kios.

Selain itu, para pedagang akan kesulitan menjalin relasi bisnis karena tempat baru harus menyesuaikan lagi dari awal. Ukuran kios yang sempit juga akan membuat penempatan barang-barang milik pedagang yang sangat banyak menjadi susah. Ditambah lagi, jika dipindah ada 4.000 jiwa yang selama ini menggantungkan hidup di Barito blok A-H menjadi taruhannya.

‘’Kami sudah melakukan audiensi dengan Pemkot, Pemprov dan Dewan keberatan jika harus direlokasi. Kami mendukung normalisasi BKT, tapi lahan kami tidak terdampak langsung, kecuali lahan di belakang kios. Kami justru berharap dibuatkan shelter sehingga kami lebih tertata dan rapi,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.