Pedagang Kurma Tambah Stok Sambut Musim Haji

METROSEMARANG.COM – Ribuan umat muslim dari Indonesia termasuk dari Kota Semarang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Dari Kota Semarang tercatat ada 2.000 lebih warga yang sedang menunaikan rukum Islam kelima ini.

Hj Radipah di kios kurmanya di relokasi sementar Pasar Johar kawasan MAJT. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Musim haji tersebut rupanya membawa berkah tersendiri bagi penjual oleh-oleh khas Timur Tengah. Seperti oleh-oleh kurma, air zam zam, kismis, kacang arab hingga tasbeh. Mereka bisa meraup untung jutaan karena penjualan meningkat dan harga kurma bisa mencapai Rp350 ribu per kilogramnya

Salah satu sentra oleh-oleh haji adalah milik Hj Radipah yang berada di relokasi Pasar Johar kawasan Masjid Agung Jateng (MAJT). Di tempat ini kurma adalah oleh-oleh haji yang paling banyak diburu. Ada 15 jenis kurma yang dijual di Indonesia sesuai dengan negara asalnya.

”Misalnya kurma Tunisia, kurma jenis ini memang berasal dari Tunisia, kurma ini memiliki rasa yang berbeda dengan kurma di Mesir,” ujar Hj Radipah ditemui di kiosnya, Senin (14/8).

Untuk kurma Tunisia tersebut dibagi dua katagori. Pertama adalah kurma Tunisia tangkai dan kedua kurma Tunisia madu. Meski bentuk, ukuran dan rasanya hampir sama, tapi berbagai jenis kurma ini harganya berbeda-beda. Paling mahal jenis kurma nabi, ajwa dan amerika.

”Kami menyediakan kurma mulai dari harga Rp20 ribu/Kg hingga Rp350 ribu/kg,” ujar Hj Radipah.

Dia menjelaskan, kurma nabi dan kurma amerika mendjol termasuk jenis kurma yang langka di Semarang. Selain rasanya yang istimewa, kurma ini berukuran cukup besar.

”Kurma amerika mendjol misalnya, tiga biji beratnya bisa mencapai 250 gram, jadi kalau satu kilo isinya cuma 12 buah,” kata pedagang kurma yang sudah puluhan tahun ini.

Dia mengaku musim haji ini menyiapkan sebanyak 20 ton kurma karena pada tahun lalu bisa menghabiskan 15 ton. Untungnya pun bisa mencapai jutaan rupiah. (duh)

You might also like

Comments are closed.