Pedagang Pancaan Tetap Berjualan di Sekitar Kanjengan

METROSEMARANG.COM – Pasca penutupan pertokoan Pasar Kanjengan blok C dan D, pedagang pancaan tetap berjualan seperti biasa di jalan sekitar pertokoan. Pedagang mengaku belum pindah ke relokasi Pasar Johar Sementara di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), lantaran tempat yang disediakan dinilai terlalu kecil dan aksesnya sulit.

Pedagang pancaan tetap berjualan di sekitar pertokoan Pasar Kanjengan blok C dan D yang telah dieksekusi, Kamis (24/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dari pantauan lapangan, pasca eksekusi pengosongan blok C dan D aktifitas di sekitar Pasar Kanjengan terlihat berjalan seperti biasa. Salah satunya adalah pedagang pancaan yang tetap berjualan dari malam hingga pagi hari. Mereka merupakan pedagang yang tidak mendapat surat penempatan di dalam kios maupun los.

Pedagang menggelar lapak dagangannya di depan pagar seng yang dijadikan pembatas dan pengaman pertokoan Pasar Kanjengan blok C dan D. Para pedagang mengaku mereka memang sudah mendapatkan tempat relokasi di Pasar Johar Sementara yang berada di Jalan Arteri Soekarno Hatta. Namun demikian, mereka masih menunggu kesepakatan pedagang akan pindah kapan.

“Kami berharap dapat pindah bersama-sama. Tapi belum ada kesepakatan kapan,” kata Sriyatni, salah seorang pedagang, Kamis (24/8).

Pedagang juga menilai lokasi di samping MAJT tempatnta terlalu kecil dan juga aksesnya sulit. “Karena itu, kami pedagang semua meminta diizinkan untuk tetap berjualan di sekitar Pasar Kanjengan,” kata pedagang lainnya, Budiwarti.

Pasar Kanjengan sendiri sesuai rencana akan dijadikan lokasi pembangunan Pasar Johar baru. Dimana nantinya pasar baru akan dibuat menjadi empat lantai.

Sementara itu, hingga Kamis (24/8) siang petugas dari Pengadilan Negeri Semarang masih terus melakukan pengosongan dan membongkar pintu-pintu kios di blok C dan D. Setelah selesai pengosongannya, nantinya bangunan tersebut akan langsung dirobohkan alias diratakan. (duh)

You might also like

Comments are closed.