Pedagang Pasar Burung Ingin Temui Walikota Semarang

Demo para pedagang di pasar burung Kartini di depan Balaikota Semarang (18/11). Foto: Metro Semarang/Ade Lukmono
Demo para pedagang di pasar burung Kartini di depan Balaikota Semarang (18/11). Foto: Metro Semarang/Ade Lukmono

 

Puluhan pedagang burung di Jalan Kartini dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Universitas Sultan Agung Semarang mendatangi kantor Walikota Semarang. Orator, Muhammad Dias Septiawan, mengatakan, kasus penggusuran ini dinilai cacat administrasi. “Sebelumnya tidak ada surat peringatan pertama dan kedua, tetapi langsung peringatan ketiga,” kata dia.

Dengan menggusur pedagang burung, dikhawatirkan akan bertambahnya pengangguran. Lebih parah lagi, jika angka pengangguran tinggi, maka angka kriminalitas juga tinggi.

Orator lain yang juga sekretaris Paguyuban Pesona Pasar Burung Semarang (P3BS), Ngadiyono, mengajak pemerintah untuk mengaca pada Kota Solo. “Seharusnya pemerintah kota Semarang mengaca pada Pak Jokowi ketika merelokasi para PKL. Sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada kami,” ujar Ngadiyono.

Para demonstran sekarang ingin masuk ke dalam gedung namun dihalangi petugas. Mereka ingin menemui Walikota Semarang untuk berdialog langsung. (ade)

 

You might also like

Comments are closed.