Pedagang Pasar Kobong Boleh Berjualan Sampai Lebaran

penggusuran pasar
Plt Sekda Kota Semarang Agus Riyanto memberikan penjelasan kepada para pedagang yang sedang melakukan aksi demonstrasi di balaikota, Kamis (3/5). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

 

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk menunda relokasi pedagang ikan basah Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong ke Pasar Rejomulyo Baru sampai Lebaran. Setelah itu akan dibicarakan lagi bagaimana relokasi nantinya.

Keputusan penundaan itu setelah ratusan buruh angkut dan pedagang ikan basah Pasar Kobong menggelar aksi demo di balaikota, setelah melakukannya di lokasi Pasar Kobong untuk memblokade rencana pemutusan listrik di pasar yang akhirnya juga batal.

Setelah melakukan audiensi dengan perwakilan pedagang, Plt Sekretaris Daerah Kota Semarang Agus Riyanto mengatakan, pedagang dipersilahkan masih menempati Pasar Kobong untuk berjualan hingga Lebaran. Setelah itu soal relokasi harus dibicarakan lagi.

‘’Keputusan ini diambil agar para pedagang tidak merasa dirugikan. Menyambut bulan suci Ramadhan dan Lebaran tahun ini, pedagang diharapkan dapat berjualan dengan tenang,’’ kata Agus Riyanto yang disambut suka cita para pedagang.

Baca Juga: Lapak Bakal Dibongkar, Pedagang Pasar Kobong Lakukan Perlawanan

Agus menegaskan, Pemerintah Kota Semarang dari dulu sampai sekarang tidak pernah menyengsarakan rakyatnya. Sehingga karena adanya penolakan maka diambil keputusan pedagang tetap boleh berjualan di Pasar Kobong sampai Lebaran.

‘’Nanti sambil berjalan kita bisa intensifkan untuk duduk dan berdiskusi bersama terkait permasalahan Pasar Kobong ini,” lanjutnya.

Diharapkan, nantinya akan ada solusi yang terbaik terkait berbagai hal yang dikeluhkan oleh pedagang di Pasar Rejomulyo Baru. Misalnya seperti usulan untuk membuat pasar baru khusus bagi pedagang ikan basah. Jika ini disetujui bisa dibangunkan di lokasi Pasar Ikan Higienis (PIH).

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Basah Pasar Rejomulyo, Mujiburrahman, mengaku mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Sekda tersebut. Dia menegaskan pedagang sebenarnya tidak menolak dipindah dan tidak menghalang-halangi pembangunan di Kota Semarang. ‘’Kami siap pindah, asalkan pasar baru bisa kami tempati dengan nyaman,” tegasnya.

Menurut Mujib, lokasi pasar baru yang dibangunkan Pemkot Semarang itu kurang representatif. Selain ukurannya kecil, sejumlah sarana prasarana juga tidak mendukung.

Sekedar diketahui, Pemkota Semarang rencana akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Pasar Kobong. Karenanya seluruh pedagang diharuskan untuk pindah ke Pasar Rejomulyo Baru yang sudah dibangunkan pemkot hanya sekira 20 meter dari pasar lama. (duh)

You might also like

Comments are closed.