Pedagang Simongan Resah Pembangunan Pasar Tidak akan Selesai

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Simongan mengaku merasa khawatir pembangunan pasar tidak akan selesai hingga akhir tahun. Jika itu terjadi maka pembangunan akan mangkrak dan mereka tidak bisa segera kembali menempati pasar.

Pembangunan Pasar Simongan. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Proyek pembangunan Pasar Simongan dikerjakan oleh PT Dinamika Persada Sehati dari Kabupaten Pati dengan nilai kontrak Rp5,451 miliar. Sedangkan waktu pengerjaannya 18 Oktober sampai 26 Desember 2017.

Seorang pedagang di tempat relokasi sementara Pasar Simongan, Feri mengatakan, pembangunan pasar diharapkan bisa diselesaikan akhir tahun ini. Sebab mereka sudah cukup lama mulai bulan Maret di tempat relokasi yang kondisinya saat ini sudah tidak layak.

‘’Kadang air hujan masuk ke dalam kios. Karena itu kami berharap pasar segera selesai dan kami bisa segera pindah ke pasar yang baru yang lebih nyaman’’, katanya, Kamis (28/12).

Dia mengaku para pedagang tidak yakin dengan yang dijanjikan pemerintah, bahwa mereka sudah akan pindah ke pasar baru pada tanggal 15 Januari 2018. Sebab melihat sendiri di lapangan pembangunan Pasar Simongan dinilai masih jauh dari kata selesai.

‘’Sebelumnya waktu awal-awal pembangunan katanya akhir bulan ini (Desember) sudah pindah, terus dijanjikan lagi pertengahan bulan Januari, makanya kami tidak yakin’’, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembangunan Pasar Simongan diakui memang tidak selesai hingga habis waktu kontrak pada 26 Desember lalu. Namun pihaknya telah memberikan perpanjangan waktu kepada kontraktor untuk menyelesaikannya mulai tanggal 27-31 Desember 2017.

’’Pekerjaan hanya menyisakan beberapa bagian saja, karena progres pembangunannya saat ini telah mencapai 88%, sehingga kami yakin kekurangannya bisa dikejar sampai akhir Desember’’, katanya.

Pihaknya menerapkan denda kepada kontraktor sebesar 1 persen atau sebesar Rp50 juta dari nilai kontrak per hari, selama masa perpanjangan waktu pekerjaan tersebut. Pihaknya juga telah memerintahkan kontraktor untuk bekerja lembur 24 jam dengan pembagian shif. (duh)


You might also like

Comments are closed.