Pedagang Yaik Minta Jalan Tembus ke Jolotundo

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Yaik kembali meminta Pemerintah Kota Semarang memenuhi sarana prasarana pendukung di tempat relokasi sementara di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Seperti perbaikan akses jalan ke pasar dan pembangunan sub terminal.

Sosialisasi Relokasi Pedagang Pasar Yaik Baru di Relokasi Sementara Pasar Johar komplek MAJT, Kamis (15/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto mengatakan, pedagang Pasar Yaik sudah mulai bersedia menempati tempat relokasi di komplek MAJT. Sebab, pedagang mendukung program pemerintah yang sedang melakukan penataan pasar.

‘’Meski demikian, kami meminta agar sarana prasarana dipenuhi supaya pedagang tidak mengalami kerugian karena sepinya pembeli di tempat relokasi,’’ kataya, Selasa (10/4).

Sejumlah sarana prasarana tersebut di antaranya akses jalan ke dalam pasar sementara. Pedagang meminta, kata Suwanto, agar akses jalan di depan tempat relokasi tersebut tembus ke Jalan Jolotundo. Sehingga akan memudahkan pembeli datang dan berbelanja di tempat relokasi.

‘’Akses jalan harusnya tembus ke Jolotundo, karena itu dapat memudahkan pembeli datang dari berbagai sudut. Warga Jolotundo dan sekitarnya yang hendak ke pasar ini juga tidak harus memutar terlalu kalau sudah ada jalan tembusnya,’’ ucapnya.

Tak hanya membuat akses baru, kondisi jalan di tempat relokasi juga diminta harus diperbaiki. Sebab kondisi jalan saat ini sudah rusak parah dan membuat pengunjung malas memasuki pasar.

“Jalan harus diperbaiki, paving dipasang ulang agar lebih nyaman. Sekarang kondisi jalannya rusak parah dan becek saat hujan, jadi pembeli malas masuk ke pasar,” tegasnya.

Selain persoalan jalan, lanjut Suwanto, pedagang juga berharap Pemkot Semarang agar membangun sub terminal di dekat lokasi pasar sementara. Nantinya, sub terminal itu dapat digunakan angkot mangkal atau mengantar jemput pedagang dan pembeli.

“Bus khususnya BRT juga harus bisa masuk sampai lokasi pasar, agar memudahkan masyarakat berkunjung. Sebab tidak semua masyarakat memiliki kendaraan pribadi dan masih mengandalkan angkutan umum,’’ katanya.

Keterlibatan Pemerintah, tambahnya, sangat penting untuk mendukung lancarnya pedagang di pasar sementara itu. Jika tidak ada dukungan maka tempat relokasi akan sepi pembeli dan pedagang yang terkena imbasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Semarang berencana melakukan revitalisasi di Pasar Johar dan Pasar Yaik. Karena itu ribuan pedagang direlokasi sementara ke komplek MAJT, sampai Pasar Johar Baru selesai dibangun. (duh)

You might also like

Comments are closed.