Peduli Budaya Menulis, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Jurnalistik Online

SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (KKN MIT DR) Ke XI Kelompok 57 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan pelatihan jurnalistik yang membahas mengenai penulisan berita dan artikel, Sabtu (06/02/2021).

 

Pelatihan yang dilakukan menggunakan _Zoom Meeting_ ini diisi oleh Redaktur Suara Merdeka, Agus Fathuddin Yusuf.

 

Achmad Supriyanto selaku koordinator Desa, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk lebih menggiatkan lagi dalam budaya menulis serta ajang untuk berbagi ilmu mengenai jurnalistik terutama dalam hal penulisan berita dan artikel.

 

“Semoga acara ini dapat memberikan impact yang besar bagi para peserta agar lebih giat lagi dalam belajar menulis”, tambah mahasiswa yang pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Mahasiswa Kendal (IMAKEN) ini.

 

Dalam acara tersebut, pemateri yang biasa dipanggil Pak Agus oleh mahasiswanya memaparkan bagaimana cara menarik pembaca agar berita yang ditulis dapat disampaikan dengan baik.

 

Dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ini juga menambahkan agar berita yang kita sampaikan dapat dipahami dengan baik, maka kelengkapan data dan informasi agaknya perlu diperhatikan. Selain itu, jika publikasi berita menggunakan media cetak maka data dan informasi itu juga perlu disertai gambar, apabila publikasi menggunakan media seperti televisi maka perlu disertakan video.

 

“Artikel dan berita itu sebenarnya sama. Iya, sama-sama tulisan. Namun yang berbeda, berita tidak boleh memuat opini dari penulis, sedangkan artikel merupakan opini dari penulis yang kemudian opini tersebut dikuatkan dengan data dan referensi yang dikumpulkan”. Sambung, penulis buku pelacak benda masjid yang hilang ini.

 

Pada sela-sela saat mengisi materi, salah satu lulusan S2 Nanchang University (NCU) ini juga memberikan wejangan, jika menulis itu memang harus dipaksa dan memang begitu adanya, setelah dipaksa maka akan terbiasa.

 

“Skill menulis itu mahal, kamu akan merasakan perbedaan di masyarakat. Jika kamu memiliki skill menulis maka kamu akan lebih terpandang dibanding dengan yang tidak memiliki”, kata Agus.(ris)
You might also like

Comments are closed.