Pejabat Bulog Jateng Timbun Beras Senilai Rp 7 Miliar

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Gara-gara melakukan aksi penimbunan sisa pasokan beras, mantan Kepala Gudang Bulog Baru (GBB) Mangkang Kulon‎ Sub Divre Semarang, Sudarmono kini harus meringkuk dalam sel tahanan. Hal itu diungkapkan penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kamis (3/3).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Tengah, Sugeng Riyadi mengatakan penahanan terhadap tersangka karena terbukti terlibat penyelewengan kasus korupsi stok opname beras di gudang tersebut tahun 2015.

“Dia ditahan selama 20 hari ke depan di LP Kedungpane, Semarang. Penahanan dilakukan untuk memeriksa dugaan keterlibatan tersangka lain dan melengkapi bukti-bukti,” katanya.

Lebih jauh, ia menuturkan korupsi stok beras itu berawal tatkala tersangka dipindahtugaskan sebagai Asdiv Pratama I Bidang Perencanaan Divisi Regional Jateng Perum Bulog. Rolling jabatan itu berdasarkan SK mutasi no. KD-109/DS102/04/2015.

Namun, kata dia, selama menjadi kepala gudang Bulog, tersangka melakukan stock opname yang ditemukan kekurangan beras 93.942,1 kilogram. “Kemana itu fisiknya masih ditelusuri,” bebernya.

Sementara, ketua tim penyidik Kejati Jawa Tengah, Ende Yono menyatakan atas temuan itu lalu dilakukan over staple terhadap gudang Bulog Baru Mangkang Kulon. Hasilnya, diketahui ‎terdapat selisih atau kekurangan jumlah stock opname beras.

Dari penghitungan yang dilakukan, kekurangan jumlah stock tersebut mencapai 864.273,33 kg atau 864,273 ton beras. “Atas hasil ak‎hir tersebut, Perum Bulog atau gudang Bulog Baru Mangkang Kulon telah dirugikan sebanyak Rp 7,195 miliar,” tambahnya.

Dalam kasus ini, tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20/2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 3 pada Undang-Undang yang sama. (far)

You might also like

Comments are closed.