Pekan Depan, Panwaslu Tertibkan Ratusan Mobil Branding di Semarang

Pemasangan stiker atau branding kendaraan untuk iklan pasangan calon dilarang setelah penetapan oleh KPU. Foto: metrosemarang.com
Pemasangan stiker atau branding kendaraan untuk iklan pasangan calon dilarang setelah penetapan oleh KPU. Foto: metrosemarang.com

 

METROSEMARANG.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang tengah menyiapkan seluruh anggotanya untuk menertibkan ratusan mobil branding yang masih beredar di Ibukota Jateng. Hal ini penting untuk menghalau berbagai upaya kampanye yang dilakukan timses pasangan calon lewat media transportasi

Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Panwas Kota Semarang, Parlindungan Manik memperkirakan kini terdapat 150 lebih mobil branding yang beredar di Semarang. Kendaraan-kendaraan yang ditempeli gambar pasangan calon itu biasanya angkutan kota (angkot) yang melayani rute dalam kota.

“Banyak gambar pasangan calon yang ditempel di kaca belakang angkot,” kata Manik, kepada metrosemarang.com, Selasa (6/10).

Lebih lanjut, Manik menjelaskan, penertiban mobil branding akan melibatkan personel gabungan dari aparat kepolisian, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Satpol PP. Manik mengaku akan menyisiri seluruh jalan raya untuk mencopoti gambar pasangan calon di mobil branding tersebut.

“Kita tertibkan semuanya mulai pekan depan agar kendaraan umum bebas dari alat peraga kampanye (APK),” tegasnya.

Di luar itu, pihaknya juga akan menambah jumlah petugas pengawas lapangan (PPL) di tiap kecamatan untuk mempertebal pengawasan kampanye pasangan calon. Pasalnya, aksi pelanggaran kampanye kini semakin meningkat.

Panwas mengklaim telah menemukan enam aksi money politic yang dilakukan pasangan calon saat berkampanye di tiap Dapil. “Makanya jumlah PPL akan ditambah sebanyak 2.635 personel,” imbuhnya.

Dengan upaya tersebut, Manik berharap, mampu menekan aksi pelanggaran kampanye saat mendekati masa pencoblosan yang tinggal menyisakan kurang lebih 1,5 bulan. (far)

You might also like

Comments are closed.