Pekan Keramat, Empat Warga Jadi ‘Tumbal’ Ganasnya Arus Sungai di Semarang

METROSEMARANG.COM – Meningkatnya intensitas hujan akhir-akhir ini, juga diikuti peningkatan debit air sungai yang melintasi Kota Semarang. Dalam sepekan terakhir, tercatat empat warga Kota Lumpia menjadi korban ganasnya arus sungai.

Kamis (3/3), warga Semarang dikejutkan dengan hanyutnya rombongan remaja di aliras Sungai Tinjomoyo. Enam anak baru gede (ABG) tersebut tengah asyik berfoto-foto ketika air bah tiba-tiba menyapu mereka.

Air berwarna cokelat keruh yang merupakan kiriman dari wilayah Ungaran, dengan cepat menyeret tubuh anak-anak yang sedang beranjak dewasa tersebut. Tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bebatuan. Sedangkan, tiga remaja lainnya, Yuliana, Iis dan Johan terseret derasnya arus sungai dan ditemukan tak bernyawa, keesokan harinya.

Ilustrasi Foto: dok metrojateng.com
Ilustrasi
Foto: dok metrojateng.com

Hanya berjarak sehari, Jumat (4/3) sore, kasus serupa terjadi di aliran Sungai Beringin, Ngaliyan. Mbah Walimah (60) warga RT 2 RW 9 Desa Desel Kecamatan Ngaliyan, hanyut terseret arus, usai memetik daun pisang. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa, sekitar 1 kilometer dari lokasi dugaan awal saat terjatuh, setelah lima jam dilakukan pencarian.

Sebelumnya, Kepala Kantor Basarnas Kota Semarang, Agus Haryono mengingatkan warganya di kala cuaca ekstrem pada bulan ini sebaiknya menghindari aktivitas di sungai terlebih dahulu. Hal ini mengingat intensitas hujan yang turun masih tinggi. “Mungkin di hilir tidak turun hujan, di hulu sungai hujan. Maka harus kita waspadai,” tutur Agus, belum lama ini.

Berdasarkan catatan Basarnas, sepanjang Februari 2016, sedikitnya ada tujuh orang tewas akibat hanyut di sungai di Jawa Tengah. “Kejadiannya kebanyakan disebabkan korban terpeleset sehingga terjatuh dan hanyut di aliran sungai yang deras setelah sebelumnya diguyur hujan,” ujar Agus. (din)

 

 

You might also like

Comments are closed.