Pekerja Galian C Ancam Demo, Ganjar Bergeming

Ratusan awak truk se-Jateng memprotes kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pemberlakuan jembatan timbang dan penertiban galian c, Senin (23/2). Aksi serupa kabarnya bakal kembali digelar pada 21 Mei mendatang. Foto: metrosemarang/ade lukmono
Ratusan awak truk se-Jateng memprotes kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pemberlakuan jembatan timbang dan penertiban galian c, Senin (23/2). Aksi serupa kabarnya bakal kembali digelar pada 21 Mei mendatang. Foto: metrosemarang/ade lukmono

SEMARANG – Penutupan tambang galian C oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendapat serangan balik. Pekerja galian C dari berbagai wilayah di Jateng mengancam akan demo menolak penertiban tersebut.

‎Ganjar mengaku sudah mendengar ancaman tersebut. Kendati demikian, ia bergeming. Menurutnya, ancaman tersebut tidak menyurutkan niatnya menertibkan tambang di Jateng.

“Info yang saya dapat tanggal 21 Mei (Kamis), mau demo. Kalau pemerintah tidak kukuh pada peraturan, maka semua peraturan akan dikencingi,” katanya, Senin (18/5).

Peraturan yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Namun Ganjar tidak menjelaskan dari mana info berasal dan di mana lokasi demo.

Ganjar menjelaskan, perihal demo adalah hak setiap warga negara. Dirinya tak hendak mencegah atau melarang aksi tersebut. Namun ia memberi pengertian bahwa penertiban galian C ilegal adalah pelaksanaan undang-undang.

“Saya tidak menutup sembarangan. Ada aturan yang harus ditegakkan. Saya hanya meminta pertambangan ilegal agar diurus izinnya,” kata dia.

Sepanjang tahun ini, Pemprov Jateng melalui Dinas ESDM bersama kepolisian dan TNI menertibkan tambang galian c di puluhan titik. Diantaranya di Kabupaten Wonosobo, Magelang, Cilacap, Kota Semarang dan terakir di Grobogan. Lebih dari tujuh alat berat dan belasan truk disita dan dijadikan barang bukti.‎

Penertiban ini lebih dulu memancing demo sopir-sopir truk galian C pada Februari lalu. Mereka mengadakan aksi demo di depan Kompleks Kantor Gubernur Jateng. Ratusan truk yang memadati jalan-jalan utama menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.‎

Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, pemilik tambang yang ditutup harus mengajukan izin ke ESDM Jateng. “Sudah banyak yang mengajukan izin, prosesnya pengurusan hanya 50 hari kerja dan tidak dikenakan biaya,” katanya. (byo)

You might also like

Comments are closed.