Pekerja Salon Digerebek saat Pesta Sabu

Tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (4/3). Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (4/3). Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang meringkus tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba jenis ganja dan sabu. Mereka ditangkap selama kurun waktu Februari 2015.

Ketujuh pelaku yang didominasi para pekerja tersebut ditangkap saat asyik mengonsumsi  narkoba di dalam rumah kos. Mereka adalah Tofan FP (31) warga Tembalang, Agus I (35) warga Candisari Semarang, Novita (35) warga Ngablak, Magelang, Agus A (38) warga Gajahmungkur Semarang, Oei Kian Seng (39) warga Semarang Tengah, Ninja (29) warga Samarinda, dan Nur (26) warga Wonodri Semarang.

Menurut pengakuan salah seorang pelaku, Tofan,  ia nekat mengkonsumsi narkoba lantaran terpengaruh oleh ajakan temannya. “Katanya bisa bikin fly, saya cuma ikut- ikut. Terus beli setengah gram seharga Rp 700 ribu, ” ucap dia saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Rabu (4/3).

Namun, aktivitas Tofan dkk terendus petugas kepolisian yang langsung menangkapnya di rumah kos Jalan Kanguru, Sabtu (28/2) lalu. Bersamanya ikut diamankan sabu seberat 0,75 gram, satu buah pipet kaca, dan satu buah ponsel Blackberry warna hitam. “Saya menyesal, tahu gini nggak ikut-ikut,” imbuh pria pekerja salon tersebut.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, para pelaku tersebut biasa mengkonsumsi narkoba di dalam rumah kos. Untuk peredarannya sendiri, mereka diketahui melakukannya di tempat-tempat umum seperti di pinggir jalan atau di depan minimarket.

“Kami akan terus melakukan upaya hukum terhadap maraknya peredaran narkoba di Kota Semarang,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.