Pekerja Seks Luar Kota Dilarang Masuk Sunan Kuning

METROSEMARANG.COM – Para pekerja seks komersial (PSK) luar kota yang ingin pindah ke lokalisasi Sunan Kuning tampaknya harus menelan pil pahit. Pasalnya, pengelola Resos Argorejo di kompleks Sunan Suning telah melarang keras kepada tiap pekerja seks dari daerah lain agar tidak masuk ke lokalisasi tersebut.

Ratusan penghuni Lokalisasi Sunan Kuning mendengarkan penyuluhan dari anggota Polwan Jateng, beberapa waktu lalu. Aturan ketat diberlakukan bagi mereka yang ingin mendulang uang di lokalisasi ini. Foto: metrosemarang.com/dok

“Tidak boleh masuk lagi. Kita sudah batasi jumlah anak asuhnya hanya 488 orang, tidak lebih. Jika kedapatan nekat masuk ke sini maka akan diusir,” ungkap Ari Istiyadi, Ketua Lentera ASA sebagai koordinator keamanan Sunan Kuning, Minggu (26/2).

Kebijakan tegas juga diberlakukan bagi anak asuh yang sudah tinggal lama di lokalisasi tersebut. Ia menyebut bagi anak asuh yang nekat pindah wisma akan dikenai sanksi tegas. “Kalau diperingatkan tidak bisa maka diusir. Wismanya disegel,” terang Ari.

Ia mengatakan pelarangan tersebut dilakukan mengingat saat ini Sunan Kuning sudah penuh. Jumlah wisma yang ada sebanyak 168 unit telah disesaki oleh para pekerja seks. Kondisi overload juga dialami 228 ruang karaoke yang ada di sana.

Lebih jauh, ia menyatakan para pekerja seks kini lebih banyak mengisi pelatihan kewirausahaan sebagai bekal untuk membaur ke masyarakat nanti. Hal ini juga untuk mempersiapkan diri jika Kemensos menutup Sunan Kuning pada 2019 mendatang.

“Mereka dipersiapkan benar-benar untuk kembali ke masyarakat. Meski siap tidak siap karena ini program dari negara maka harus dipatuhi,” paparnya.

Tapi ia meminta kepada pemerintah agar mematangkan rencana penutupan lokalisasi, termasuk memberi solusi dengan nasib pekerja seks setelah kebijakan tersebut diberlakukan.

“Kami ingin jika ditutup nanti tidak hanya anak asuhnya yang dipikirkan tapi juga pengasuhnya. Mereka harus dimanusiakan sebagai pijakan awal berbaur dengan masyarakat,” jelasnya.

Untuk sementara ini, ditengah cuaca buruk yang melanda Semarang belakangan ini, aktivitas di Sunan Kuning cenderung sepi.

Ia akan terus melakukan pola-pola pendekatan dengan memberi pelatihan usaha yang mumpuni agar tak tercetus persaingan yang ketat. (far)
You might also like

Comments are closed.