Pekerja Usia 20-40 Tahun Rawan Terjerat Narkoba

Razia yang dilakukan BNNP Jateng di sejumlah tempat hiburan malam, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Razia yang dilakukan BNNP Jateng di sejumlah tempat hiburan malam, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Aksi razia narkoba hingga saat ini masih digiatkan oleh sejumlah pihak. Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah pun mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pekerja berusia produktif.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Amrin Remico menyebutkan penyebaran narkoba kini mengintai pekerja produktif di kawasan lepas pantai maupun industri dunia hiburan. “Yang patut diwaspadai dan kami selalu menggencarkan razia adalah di industri-industri dekat pantai dan diskotek. Kami merazia tempat-tempat tersebut,” kata Amrin, Kamis (12/11).

Amrin menjelaskan bahaya narkoba juga mengintai anak-anak sekolah dan remaja tanggung sejak dua tahun terakhir. Bahkan, petugasnya menemukan anak sekolah yang kecanduan zat terlarang yang terdapat dalam jajanan di sekolahnya. “Tapi persentasenya masih kecil karena saat ini masih didominasi para pekerja usia 20-40 tahun,” ucap Amrin.

BNNP, kata Amrin, kini terus menggalakkan penyuluhan bahaya narkoba di lingkungan sekolah dengan melibatkan satgas anti-narkoba. Satgas yang beranggotakan para pelajar ini diharapkan efektif mencegah penyalahgunaan narkoba di tiap sekolah. “Di Jawa Tengah sudah ada satgas anti-narkoba yang tersebar di 35 kabupaten/kota,” terang Amrin.

Lebih jauh, ia mengungkapkan akan memperketat pengawasan pembelian obat tanpa resep di sejumlah apotek. Sebab, belum lama ini petugasnya membekuk pengguna narkoba yang menyalahgunakan resep dokter demi mendapatkan beberapa butir pil mengandung zat adiktif di apotik Kota Solo.

“Kami mengimbau pengelola apotik pro aktif melaporkan orang-orang yang dicurigai menyalahgunakan obat tanpa resep dokter,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.