Pelabuhan Rakyat di Tambaklorok Segera Terealisasi

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang dan Pelindo III menandatangani MoU terkait pemanfaatan daerah lingkungan kerja (DLKr) untuk lokasi program perbaikan kualitas lingkungan serta pengembangan maritim di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Dengan penandatanganan ini program pembangunan pelabuhan rakyat di Tambaklorok Tanjung Mas, Semarang Utara segera terealisasi.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Dirut Pelindo III menandatangani MoU di Kantor Pusat Pelindo III Surabaya. Foto: istimewa

Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat Pelindo III Surabaya antara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Dirut Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara D pada Senin (15/5). Disaksikan oleh jajaran direksi Pelindo III dan jajaran Pemkot Semarang.

Menurut wali kota yang disapa Hendi, dengan penandatanganan MoU ini, berharap penanganan perbaikan kualitas lingkungan di DLKr seluas 60 hektare dapat berjalan lebih cepat dan tuntas.  Pihaknya komitmen akan menjadikan wilayah tersebut semakin bersih dan indah melalui program Kampung Bahari, yang salah satunya menganggarkan proyek pembangunan pelabuhan rakyat.

”Penandatanganan MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan sejumlah action seperti penuntasan proyek pembangunan Kampung Bahari. Semangat ini mengingatkan kita akan masa keemasan pelabuhan Tanjung Emas yang pernah menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah pelabuhan Batavia di tahun 1883,” ungkap Hendi dalam rilis Humas Setda Kota Semarang ke metrosemarang.com, Selasa (16/5).

Dengan adanya pelabuhan rakyat ini, alur pelayaran antara kapal besar dan perahu tradisional akan dipisah sehingga memperlancar alur pelayaran. Ke depan, kapal tradisional tidak akan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Emas namun memiliki jalur sendiri yakni di sisi barat pelabuhan.

Pembangunan pelabuhan rakyat ini, lanjut Hendi, membuat aktivitas nelayan dan pelaku ekspor impor akan berjalan semakin lancar. Tidak hanya itu, kunjungan dan akses pelayaran penumpang serta wisatawan nasional dan internasional pun akan semakin lancar.

Pengembangan pelabuhan dan pembangunan Kampung Bahari ini juga akan dibarengi dengan peningkatan fasilitas pendukung. Meliputi Tol Semarang-Demak yang direncanakan berjalan awal tahun 2018, pembangunan jalan Semarang Outer Ring road (SORR) dari Mangkang-pelabuhan Tanjung Emas dan reaktivasi jalur kereta api pelabuhan Stasiun Tawang.

Dirut Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara D, menyambut baik program ini. Dia menambahkan program ini akan sangat mendukung Pelabuhan Tanjung Emas menuju pelabuhan samudera internasional. Sebagaimana diamanatkan Permen Perhubungan No. 18/2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Emas.

Sementara Sekretaris Bappeda Kota Semarang, M Farchan menuturkan, kementrian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk penataan fisik Kampung bahari. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Pasar Ikan Tradisional, jalan akses di Tambaklorok, serta trotoar dan street furniture. Direncanakan pembangunan terselesaikan selama 3 tahun secara multiyears.

”Saat ini DED tengah disusun dan pembangunan fisik akan dilaksanakan setelah sheetpile penangkal abrasi dan rob selesai dibangun. Kami berharap, warga dapat ikut mendukung berbagai program yang bermuara pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi warga ini,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.