Pelajar Jateng Tolak Radikalisme

pelajar-antiradikal
Deklarasi antirakidalisme di Alun-alun Kendal, Jumat (26/2). Foto: metrojateng.com

METROSEMARANG.COM – Ribuan pelajar se-Jawa Tengah menggelar apel sekaligus deklarasi menolak ajaran radikal di Alun-alun Kendal, Jumat (26/2) pagi. Pelajar juga menolak segala bentuk aksi kekerasan dan mengedepankan kasih sayang di Indonesia.

Munculnya faham radikalisme yang menyasar pelajar dan pemuda, membuat prihatin kalangan pelajar Nahdatul Ulama (NU). Sebagai upaya pencegahan ajaran radikal masuk ke kalangan pemuda dan pelajar, ribuan pelajar menggelar apel di alun-alun Kendal.

Apel dipimpin Kapolda Irjen Noor Ali  dan dihadiri Bupati Kendal Mirna Annisa dan Forkompinda Kendal. Ketua IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhri mengatakan sasaran strategis ajaran radikal memang ada di kalangan pelajar.

“Sebagai upaya mencegah perlu diberikan pembekalan kepada pelajar bahwa ajaran radikal salah dan tidak sesuai dengan ajaran islam yang sesungguhnya. Apalagi di negara Indonesia ajaran radikal tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD RI,” katanya.

Sementara Kapolda Irjen Polisi Noor Ali menyambut positif kegiatan ini. “Ini menunjukkan pelajar sangat peka terhadap perkembangan jaman, khususnya ajaran radikal,” ujarnya. Kapolda meminta pelajar untuk terus mewaspadai ajaran radikal dan tidak terpengaruh ajaran yang menyimpang ini. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.