Pelaku IKM Semarang Terkendala Modal dan Promosi

METROSEMARANG.COM – Pembinaan terhadap sentra-sentra Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi fokus kegiatan yang dilakukan Dinas Perindustrian Kota Semarang. Saat ini kendala terbesar yang dihadapi oleh para pelaku IKM adalah permodalan dan promosi.

Nurjanah, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang
Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Nurjannah mengatakan, pembinaan dimaksudkan agar para pelaku IKM mampu menghasilkan produk unggulannya secara berkesinambungan dan terjaga kualitasnya. Sehingga pada akhirnya mereka dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan meningkatkan perekonomiannya.

Banyak sentra IKM yang saat ini menjadi fokus pembinaannya. Di antaranya seperti sentra batik warna alam di Gunungpati, bandeng presto, kulit lumpia, logam, kolang kaling, batu bata, hingga sentra krupuk di Krobokan, dan sentra tahu tempe di Tandang dan Krobokan.

Pihaknya juga memfasilitasi IKM untuk memperoleh sertifikasi, legalitas, dan cara packing serta lainnya. ”Harapannya itu semua dapat menumbuh kembangkan IKM sesuai ketentuan usaha yang ada di Kota Semarang,” kata Nurjanah saat audiensi dengan wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/2).

Diungkapkan, saat ini kendala yang dihadapi para pelaku IKM adalah masalah permodalan dan promosi. Untuk promosi pihaknya memfasilitasi antara lain melalui kerjasama dengan Kementerian dan stakeholders lainnya. Tapi diakui belum semua IKM, karena jumlahnya banyak sekali.

”Kami melakukan pembinaan IKM yang ada di kawasan industri juga. Misalnya ada yang kesulitan pengiriman barang kita hadirkan bea cukai. Ada kendala air kita hadirkan PDAM, kendala listrik kita hadirkan PLN, sehingga produksi dan pemasaran mereka lancar,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.