Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Didominasi Anak Muda

METROSEMARANG.COM – Guna menekan tingkat korban kecelakaan lalu lintas menjelang Ramadan, Polda Jawa Tengah gelar Operasi Patuh Candi 2017 mulai Selasa (9/5) hingga 14 hari kedepan. Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, menyebutkan rendahnya tingkat kepatuhan berlalu lintas masyarakat itu membuat angka kecelakaan lalu lintas di Jateng menjadi tinggi.

Apel persiapan Operasi Patuh Candi 2017, Selasa (9/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Penekanan Operasi Patuh Candi tahun ini lebih kepada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seperti naik motor dengan ugal-ugalan, melawan arus, melanggar rambu,” ujar Condro usai memimpin apel siaga Operasi Patuh Candi 2017 di halaman Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang.

Dalam sambutannya, Condro menyebutkan jumlah kecelakaan di Jateng mencapai 521 kasus di tahun 2016. Jumlah ini naik sekitar 4% dibanding kecelakaan yang terjadi sepanjang 2015, yakni 517 kasus. “Dari total kasus kecelakaan itu di 2016, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 16 orang atau turun sekitar 41% dari jumlah korban yang meninggal dunia pada tahun sebelumnya,” imbuh Condro.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Bakharuddin, menyebutkan jumlah pelanggaran lalu lintas sepanjang 2016 mencapai 122.235 kasus. Dari kasus sebanyak itu, sekitar 64% atau 78.662 kasus diselesaikan melalui persidangan setelah diganjar surat tilang, sementara sisanya hanya diberikan teguran.

Ia menambahkan, mayoritas pelanggar yakni anak muda dengan usia produktif. “Dominasi pelanggaran masih dilakukan oleh para pengendara roda dua dengan usia rata-rata 16-20 tahun,” pungkas Bakharuddin. (fen)

You might also like

Comments are closed.