Pelanggaran Kampanye Masih Marak, 60 Persen Didominasi APK Ilegal

Alat peraga kampanye yang diamankan Satpol PP Kota Semarang. Penertiban serupa juga akan dilakukan selama proses pelaksanaan tahapan Pilwakot. Foto: metrosemarang.com/dok
Alat peraga kampanye yang diamankan Satpol PP Kota Semarang. Penertiban serupa juga akan dilakukan selama proses pelaksanaan tahapan Pilwakot. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Aksi pelanggaran kampanye di Semarang bak jamur di musim hujan. Satu pelanggar ditertibkan, puluhan pelanggaran lainnya bermunculan.

Melihat temuan pelanggaran kampanye yang kian marak saat mendekati masa pencoblosan ini, Parlindungan Manik, Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Kampanye Panwaslu Kota Semarang mengaku dibuat bingung.

Parlin, sapaan akrabnya, mengatakan penertiban pelanggaran kampanye hingga saat ini masih terus digiatkan. Bahkan, pihaknya menggandeng petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta Satpol PP untuk menertibkan tiap pelanggaran di 16 kecamatan.

Ia lantas menyebutkan, kini terdapat temuan 20 pelanggaran kampanye di Semarang. “60 persen temuan alat peraga kampanye (APK) ilegal di jalan raya,” katanya, Minggu (15/11).

Temuan lainnya, kata dia, juga ada delapan dugaan aksi bagi-bagi uang alias money politic. Aksi money politic ini banyak ditemukan di area kampanye pasangan calon.

“Modusnya beragam. Mulai dari memberikan bantuan bagi korban bencana kebakaran hingga sumbangan pelatihan untuk warga miskin,” tutur Parlin.

Ia pun berharap saat memasuki hari H Pilwakot tanggal 9 Desember nanti, tiap timses pasangan calon bisa meredam emosi agar tidak terjadi bentrokan di lokasi pemungutan suara. (far)

You might also like

Comments are closed.