Pelayanan Perizinan secara Online Belum Populer

METROSEMARANG.COM – Terobosan pelayanan perizinan berbasis online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Semarang masih butuh sosialisasi. Sebab masih banyak masyarakat yang ternyata belum mengetahui adanya pelayanan online tersebut.

Ilustrasi

Kepala DPM PTSP Kota Semarang Ulfi Imran Basuki mengakui kurangnya sosialisasi tersebut. Dia menyatakan, pelayanan perizinan yang bisa dilakukan secara online sudah cukup banyak. Namun masyarakat masih banyak yang belum mengetahui karena kemungkinan kurang sosialisasi.

‘’Kami akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tahu bahwa sekarang sudah ada pelayanan berbasis IT. Karena aplikasinya sebenarnya sudah detail dan mudah diakses,’’ kata Ulfi, Minggu (19/2).

Pihaknya mengakui memang belum membuat rekapitulasi data berapa yang mengajukan perizinan lewat online. Namun secara kasar dari banyaknya izin yang masuk setiap hari bisa terlihat banyak yang belum mengakses layanan secara online.

Kepala Bidang Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi DPM PTSP Kota Semarang, Soenarto menambahkan, beberapa perizinan yang sudah berbasis online di antaranya izin tenaga kesehatan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan lain-lain.

Terobosan pelayanan perizinan melalui sistem online ini salah satu tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Misalnya warga tidak perlu repot-repot datang ke balai kota hanya untuk menanyakan progres perizinan yang diajukannya sudah sejauh mana.

Melalui sistem online ini juga menyingkat waktu untuk proses pengurusan izin, misalnya dari sebelumnya 20 hari menjadi 3 hari. Serta dapat mencegah terjadinya pungutan liar atau pungli. Namun demikian masih banyaknya warga yang belum tahu sistem ini menjadi persoalan tersendiri.

‘’Karena itu sesuai perintah kepala dinas kami akan lebih banyak lagi melakukan promosi kepada masyarakat. Sebenarnya saat pendaftaran di formulir sudah ada catatan keterangan bisa diakses lewat online. Setiap tahun juga ada sosialisasi di 3 kecamatan. Tapi nampaknya memang masyarakat masih banyak yang belum tahu,’’ katanya.

Sekretaris DPM PTSP Dwi Purnomo mengatakan, jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain sosialisasinya bisa mencapai 200 kali setiap tahun. (duh)

You might also like

Comments are closed.