Pembakaran Tak Memban, Sarang Ulat Bulu Disemprot Pestisida

ulat bulu kendal
Serangan ulat bulu yang terus meluas memaksa Dinas Pertanian dan Pangan Kendal melakukan penyemprotan guna mengurangi populasi ulat bulu. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

 

 

KENDAL – Upaya membakar sarang ulat bulu yang dilakukan warga di Dusun Tapak Barat Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum Kendal tak mempan. Jumlah ulat bulu semakin bertambah dan mulai merambah dan berkembang cukup cepat. Kamis (19/4) siang Dinas Pertanian dan Pangan Kendal dan warga sekitar akhirnya melakukan pembasmian ulat bulu dengan cara penyemprotan insektisida jenis sidabas.

Selain menyemprot ulat bulu warga  menebang pohon senu dan waru yang biasa dijadikan sarang ulat bulu. Hal itu dilakukan untuk memotong siklus pertumbuhan ulat bulu agar tidak meluas.

Baca Juga: Warga Bakar Sarang Ulat Bulu

“Penyemprotan yang dilakukan dinas pertanian meliputi kebun-kebun milik warga yang pohon senu dan pohon warunya dijadikan sebagai sarang ulat bulu,” kata Kades Kedunggading, Budiyono. Warga juga melakukan penebangan pohon maupun pencabutan tanaman senu dan waru.

“Penyemprotan dilakukan di empat titik yang merupakan sarang ulat bulu,” imbuhnya. Ribuan hama ulat bulu ini menyerang pohon senu dan waru dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Ulat Bulu Resahkan Warga Kedunggading

“Ribuan ulat bulu yang berada di Dusun Tapak Barat ini merupakan ulat bulu jenis lymantriidae. Hama ulat jenis ini jika menyentuh kulit akan timbul rasa panas yang menyengat dan mengakibatkan gatal-gatal,” jelas  Sri Sunarwati Triyogi, pengamat hama Dinas Pertanian Kendal.

Ulat jenis ini mampu bertelur antara lima puluh hingga dua ratus butir. Ulat bulu ini kerap menyerang tanaman dengan daun yang rindang, namun demikian daun pohon yang sudah dimakan ulat hingga tiga puluh persen masih bisa bertahan. (MJ-01)

You might also like

Comments are closed.