Pembalasan yang Gagal di Kandang Lawan

PSIS Vs Persija

Semenit berikutnya, tuan rumah memetik hasil melalui Riko Simanjuntak. Winger Timnas Indonesia itu berhasil mengecoh tiga pemain di sisi kanan pertahanan PSIS

Lagi-lagi PSIS harus mengakui keunggulan Persija Jakarta. Gol Riko Simanjuntak memastikan kemenangan Macan Kemayoran dalam laga yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (18/9/2018) malam.

Susunan Pemain

Persija 4-3-3: Andritany Ardhiyasa–Anan Lestaluhu, Gunawan Dwi Cahyo, Jaimerson, Ismed Sofyan; Renan da Silva, Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu; Riko Simanjuntak, Marko Simic, Novri Setiawan

PSIS 4-4-1-1: Joko Ribowo–Fauzan Fajri, Haudi Abdillah, Petar Planic, Gilang Ginarsa; Komarudin, Muhammad Yunus, Ibrahim Conteh, Hari Nur Yulianto; Bayu Nugroho; Bruno Silva

 

BABAK pertama baru berumur lima menit, Joko Ribowo harus jatuh bangun untuk menghalau serangan Persija. Kiper PSIS membuat keputusan berani keluar dari gawang dan menyundul bola umpan panjang Jaimerson. Persija yang sedang menjamu Mahesa Jenar di matchday 22 Liga 1, kembali beroleh kans lewat sepakan bebas di menit 15. Eksekusi Jaimerson masih bisa dihalau Joko Ribowo.

Semenit berikutnya, tuan rumah memetik hasil melalui Riko Simanjuntak. Winger Timnas Indonesia itu berhasil mengecoh tiga pemain di sisi kanan pertahanan PSIS dan melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kiri gawang Joko Ribowo.

Gol tersebut mampu melecut pemain-pemain PSIS untuk lebih agresif melancarkan tekanan. Haudi Abdillah mendapat peluang bagus di menit 18. Namun bek Mahesa Jenar sedikit terlambat merespons umpan Bayu Nugroho dan tendangannya melebar di sisi kanan gawang.

Menit 19 Joko Ribowo kembali harus terbang untuk memotong bola di depan area penalti PSIS. Persija nyaris menggandakan keunggulan di menit 24. Sepakan keras Renan da Silva bisa ditepis Joko Ribowo dan bola rebound yang disambar Ramdani Lestaluhu melayang di atas mistar.

Lima menit kemudian, tendangan Komarudin dari dalam kotak penalti Persija masih bisa diblok Anan Lestaluhu. Begitu juga percobaan Hari Nur Yulianto di menit 33 yang sukses dibendung Ismed Sofyan.

persija
Pemain-pemain Persija merayakan gol Riko Simanjuntak yang memastikan kemenangan atas PSIS. Foto: metrojateng.com/twitter @Persija_Jkt

PSIS melakukan pergantian pemain di babak kedua. M Yunus ditarik keluar dan M Wahyu masuk untuk memperkokoh lini tengah. Persija lebih dulu mengancam di menit 52. Umpan silang Novri Setiawan dari sisi kiri disambar Riko Simanjuntak. Kali ini sundulannya melayang.

Tim tamu membalas melalui Bruno Silva di menit 57. Namun eksekusi free kick striker PSIS tepat mengarah ke kiper Andritany. Peluang emas lagi-lagi hadir buat Persija di menit 64. Heading Jaimerson meneruskan umpan Renan Silva juga melambung di atas mistar.

Ibrahim Conteh mencoba peruntungan di menit 70. Sepakan gelandang Sierra Leone dari dalam area penalti Persija melebar di sisi kiri gawang. Masuknya Gustur Cahyo dan Aldaier Makatindu belum mampu membantu PSIS memecah kebuntuan. Skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Macan Kemayoran.

 

Ubah Racikan Lini Pertahanan

Jafri Sastra enggan menyalahkan pemainnya usai ditekuk Persija Jakarta. Dia mengakui Ismed Sofyan cs memang lebih berpengalaman ketimbang Mahesa Jenar. Sekalipun gagal mendulang poin, Jafri Sastra justru menilai performa anak buahnya meningkat dibanding laga sebelumnya saat mengalahkan PSMS Medan.

Pada laga melawan Macan Kemayoran kali ini, pelatih Jafri Sastra melakukan sedikit perubahan di lini pertahanan. Petar Planic yang absen pada laga kontra PSMS Medan, kali ini dimainkan sebagai starter menggantikan Rio Saputro.

Di kubu Macan Kemayoran, head coach Stefano ‘Teco’ Cugurra memainkan Anan Lestaluhu dan Rohit Chand menggantikan  Rezaldi Hehanusa dan Sandi Sute yang harus menepi karena akumulasi kartu. Jaimerson juga kembali merumput untuk berduet dengan Gunawan Dwi Cahyo di jantung pertahanan.

marko simic
Marko Simic sukses dimatikan pemain belakang PSIS. Foto: metrojateng.com/dok PT LIB

“Kami mengalami peningkatan dari sisi fisik dan mental. Hari ini permainan anak-anak lebih berkembang, tapi kami tak mampu mencetak gol karena Persija lebih dewasa dan mereka lebih berpengalaman,” kata Jafri usai pertandingan.

Kendati begitu, pelatih 53 tahun itu sedikit menyayangkan terjadinya gol Persija. “Dari awal saya sudah instruksikan agar tidak memberi ruang buat pemain-pemain Persija. (Marko) Simic bisa dimatikan, tapi justru Riko yang lepas dari pengawasan karena ada miskomunikasi di lini pertahanan,” Jafri menambahkan.

Marko Simic hanya sanggup melepaskan satu shot on target di sepanjang laga. Sementara Riko tercatat dua kali melakukan percobaan dan salah satunya berbuah gol kemenangan.

 

Dominasi Persija

Dalam pertandingan tersebut, Persija memang lebih dominan. Skuad besutan Stefano ‘Teco’ Cugurra melepaskan 14 percobaan dan enam di antaranya mengarah ke gawang. Salah satunya menuai gol tunggal oleh Riko Simanjuntak di menit 16. Sedangkan PSIS melakukan dua shot on target dari enam percobaan.

Pada pertemuan pertama di tempat yang sama, 20 April silam, armada racikan Stefano ‘Teco’ Cugurra menggilas PSIS dengan skor telak 4-1. Kekalahan kala itu telah menjadi pembahasan Jafri dengan anak-anak asuhnya. “Kami tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama,” kata Jafri Sastra, sebelum pertandingan, Senin (17/9/2018).

Menurutnya, kedua tim dalam kondisi berbeda dibanding pada pertemuan pertama. Tak ada lagi Vincenzo Alberto Annese di belakang layar Mahesa Jenar. Posisinya sudah digantikan Jafri Sastra.

 

Persija lebih dewasa dan mereka lebih berpengalaman. 

-Jafri Sastra, Pelatih PSIS Semarang-

 

Sedangkan di kubu lawan, Addison Alves sudah hengkang ke Persipura. Persija juga merekrut dua penggawa anyar, Osas Saha dan playmaker asal Brasil, Renan da Silva. Teco Cugurra menyebut pertandingan melawan PSIS tak akan mudah bagi Ismed Sofyan cs. Tapi pelatih asal Brasil itu menegaskan jika timnya habis-habisan menjaga persaingan di papan atas.

“Pertemuan pertama tak bisa dijadikan ukuran. PSIS butuh poin untuk keluar dari zona degradasi, sedangkan Persija juga mengincar kemenangan agar bisa naik ke papan atas,” kata Cugurra sebelum laga dimulai.

Hingga pekan ke-21, Persija bercokol di peringkat 6 dengan torehan 33 poin, unggul 10 angka dari PSIS yang menghuni peringkat ke-17. Macan Kemayoran juga belum terkalahkan dalam lima laga terkini.

 

Masih Bertahan

Sebetulnya Laskar Mahesa Jenar memiliki suntikan semangat yang segar dalam berlaga tandang di kandang Macan Kemayoran. Kemenangan 3-2 atas PSMS di pekan sebelumnya jadi tambahan motivasi Hari Nur Yulianto dkk untuk revans atas Persija.

Namun Armada Jafri Sastra tak bisa melanjutkan tren positif setelah kemenangan itu. PSIS tetap harus menelan kekalahan kedua kalinya dari tim yang sama musim ini. Kekalahan ini membuat Hari Nur cs masih tertahan di peringkat 17 dengan torehan 23 poin.

Selanjutnya Mahesa Jenar akan menjamu Perseru Serui di pekan ke-23, Minggu (23/9) mendatang. “Kami akan terus berbenah karena masih banyak pertandingan yang harus dimainkan. Tentunya kekalahan ini menjadi pelajaran bagi PSIS,” kata Jafri.

Lawan duel PSIS kali ini merupakan salah satu pesaing mereka di papan bawah. Laga tersebut akan digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (23/9) sore. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.