Pembangunan Taman di Jalan Kartini Terkendala PKL

image
Pasar Burung Karimata. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di median Jalan Kartini yang belum juga dilakukan, menghambat rencana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang membangun taman di kawasan itu. Hingga kini DKP masih menunggu relokasi pedagang di median jalan itu bisa diwujudkan.
 
Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Budi Prakoso mengatakan, median Jalan Kartini direncanakan dibangun menjadi taman. Nantinya, taman terkoneksi dengan taman di Kampungkali, Jalan Jolotundo, hingga Masjid Agung Jawa Tengah yang rencana juga akan dibangun.
 
‘’Nantinya akan dibuat jalur hijau di jalur tersebut. Tapi saat ini kami masih menunggu pedagang mau direlokasi. Taman-taman itu nantinya lebih diorientasikan pada fungsi ekologis (taman pasif,’’ katanya.
 
Rencana pembangunan taman di Kampungkali-Kartini-Jolotundo-hingga MAJT, dimaksudkan untuk memenuhi target yang diamanatkan undang-undang, 20% lahan terbuka hijau di tiap daerah. Saat ini Kota Semarang baru memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekitar 7,5% dari luas wilayah.
 
Pemkot berencana memenuhi target tersebut dengan membuat taman di tiap wilayah. Sehingga selain memenuhi target undang-undang, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan RTH. ‘’Sehingga nanti tidak terfokus ke tengah kota saja. Tahun 2015 ini kami juga ada program pembangunan hutan kota di Kecamatan Mijen dan usulkan pembangunan Taman Bumi Perkemahan di sekitar Waduk Jatibarang. Kami juga siap membangun Jalur Bunga (pemanfaatan median jalan dari Kalibanteng-Bangkong-red),’’ terangnya. (MS-13)
 

You might also like

Comments are closed.