Pembangunan Underpass Jatingaleh Kurang Efektif Atasi Macet

Pemberlakuan jalur searah di Gombel Baru untuk mengurai kemacetan di Jatingeleh. Namun, ujicoba ini dianggap tidak efektif, dan akhirnya tidak diberlakukan lagi. Foto: metrosemarang.com/dok
Pemberlakuan jalur searah di Gombel Baru untuk mengurai kemacetan di Jatingeleh. Namun, ujicoba ini dianggap tidak efektif, dan akhirnya tidak diberlakukan lagi. Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Pembangunan Underpass Jatingaleh yang dimaksudkan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut dinilai kurang efektif. Menurut pakar transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarwo, penyebab kemacetan bukan hanya dari kurang lebarnya akses kendaraan.

“Penyebab kesemrawutan lalu lintas adalah kurangnya transportasi publik yang disediakan pemerintah daerah. Rekayasa lalu lintas seperti pembangunan underpass atau flyover tidak akan bertahan lama untuk menangkal kemacetan,” ujar Djoko, Senin (10/8).

Apalagi ketika dalam proses pembangunan kawasan tersebut, nantinya dipastikan alat berat dan bahan bangunan akan mengganggu arus lalu lintas yang sudah padat. Akses keluar masuk tol pun akan terhambat dan menambah panjang kemacetan di kawasan tersebut selama proses pembangunan, yakni sekitar dua tahun.

Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk tidak ceroboh mengambil langkah praktis namun kurang efektif dan efesien. Pemerintah juga diminta melakukan penataan sistem transportasi agar kemacetan tidak menjalar sampai lokasi lain. “Jika dibiarkan, kemacetan di lokasi itu akan pindah ke lokasi lain seperti depan sekolah Don Bosco,” tuturnya.

Tahun kemarin, untuk mengurai kemacetan di kawasan Jatingaleh, pernah juga diberlakukan jalur searah di Gombel Baru. Namun, ujicoba tersebut juga dinilai tidak efektif dan justru menimbulkan permasalahan baru. (ade)

You might also like

Comments are closed.