Pembebasan Lahan Underpass Jatingaleh Dikhawatirkan Molor

Pembebasan lahan underpass Jatingaleh belum sepenuhnya tuntas. Foto Metrosemarang
Pembebasan lahan underpass Jatingaleh belum sepenuhnya tuntas. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Dinas Bina Marga Kota Semarang mengkhawatirkan proses pembebasan lahan underpass Jatingaleh akan berjalan molor. Karena itu dinas yang dikepalai oleh Iswar Aminudin ini berusaha mengantisipasi. Dengan mengalokasikan anggaran di APBD murni 2015 sejumlah Rp 5 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan underpass Jatingaleh, Sukardi mengatakan, proses pembebasan lahan underpass Jatingaleh ditargetkan bisa selesai sebelum akhir tahun ini. Saat ini masih menunggu hasil perhitungan harga bidang dari tim appraisal. Pada awal bulan Desember diharapkan mulai negosiasi dengan warga yang terkena dampak proyek.

‘’Kita masih menunggu tim appraisal, harapan kami akhir bulan ini sudah jadi (taksiran harga bidang tanah) sehingga awal bulan Desember bisa musyawarah dengan warga,’’ katanya, Selasa (25/11).

Sukardi mengaku tetap optimitiss proses pembebasan lahan selesai meski waktunya tinggal sekitar satu bulan lagi. Musyawarah harga dengan warga nanti akan dilakukan secara maraton. Namun, warga diharapkan juga bisa mendukung proses pembebasan lahan ini demi kepentingan yang lebih luas. Terutama untuk kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jatingaleh yang selama ini sering macet.

‘’Akan kita lakukan percepatan negosiasi harga karena Desember (pembayaran) harus final, mudah-mudahan masyarakat mau memahami dan mendukung,’’ tegasnya.

Berdasar hasil pendataan terakhir ada sekitar 60 bidang tanah yang harus dibebaskan. Meski ditargetkan bulan Desember harus sudah selesai, namun pihaknya tetap melakukan antisipasi jika pembayaranya nanti molor. Pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 5 miliar dalam APBD murni 2015.

‘’Pembebasan lahan ini memang ditargetkan bulan Desember, tapi jika sampai batas waktu belum bisa terbayarkan, kita akan lanjutkan (pembayaran) di APBD murni 2015. Jumlah dana yang kita  alokasikan tidak sebanyak sebelumnya, hanya sekitar Rp 5 miliar,’’ ujar Sukardi.

Di APBD 2014 sendiri pihaknya sebelumnya telah menganggarkan dana pembebasan lahans sebesar Rp 82 miliar. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.