Pembelajaran IPS Dalam Memahami Mitigasi Bencana Wabah Penyakit Covid-19

Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Suku Baduy

Oleh : ANINDYA VEGY AURORA
Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas
Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Pada awal tahun 2020 ini telah terjadi wabah penyakit yang telah tersebar di seluruh
penjuru dunia yang dikenal dengan Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Penyakit ini muncul di wilayah Wuhan, Tiongkok dan di temukannya virus ini pada akhir tahun 2019.

Dan sudah banyak pula negara yang telah terjangkit virus tersebut. Saat ini telah di ketahui bahwa sebanyak 65 negara yang telah terkena pandemi Covid–19 ini. Termasuk di Indonesia pada tanggal 2 Maret angka mortalitas mencapai 2,3% , dan munculnya Covid–19 ini terjadi akibat adanya sebuah
acara yang ada di Jakarta, dan penderita mengunjungi acara tersebut dan bertemu dengan WNA asal Jepang. Setelah itu penderita mengalami demam, sesak nafas, dan batuk seperti ciri–ciri orang yang terkena Covid-19 ini. Setelah itu jumlah positif Covid – 19 juga bertambah.

Maka dari itu perlunya mitigasi bencana wabah covid – 19 pada saat ini. Mitigasi bencana menurut Erianjoni (2017 : 97) mengatakan bahwa mitigasi bencana dapat didefinisikan sebagai upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan terjadinya suatu bencana maupun mengurangi dampak dari bencana tersebut. Pasalnya mitigasi saat ini sangat penting bagi pandemi Covid,
bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19

Pada saat ini untuk meningkatkan dan melestarikan budaya kita menyebutnya dengan kearifan lokal. Menurut Zulkarnain dan Febrimansyah (2008 : 72) mengemukakan mengenai kearifan lokal yang memiliki prinsip dan tatacara tertentu yang dipercayai, diketahui, dan dipraktekan pada masyarakat serta komunitas loakl tersebut dalam bentuk aktivitas dan interaksi dalam lingkungan dan kemudian ditransformasikan dalam bentuk nilai dan norma adat yang masih berlaku. kita juga tahu bahwa adanya kearifan lokal yang kita pegang kuat ini juga berdampak pada mitigasi bencana yang ada di Indonesia.

Karena pada saat ini sangat penting untuk pencegahan penularan virus maka pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bertujuan untuk memutus rantai penlaran. Maka Pendidikan juga di lakukan di rumah, dengan cara kita sebagai pendidik harus juga memberikan pembelajaran mengenai mitigasi bencana wabah Covid – 19 berbasis kearifan lokal. Dalam kegiatan pembelajaran IPS ini melalui mitigasi bencana Covid – 19 berbasis kearifan lokal, dengan menggunakan kombinasi media pembelajaran menggunakan audio visual, yaitu dengan cara
memberi video pembelajaran berisi mengenai mitigasi wabah Covid – 19 berbasis kearifan lokal.

 

Pembelajaran tersebut berisi mengenai gambaran suatu kegaiatan yang dilakukan
masyarakat suku Baduy dalam menghadapi Pandemi melalui kearifan lokal. Karena indonesia memiliki bentangan alam yang banyak serta kekayaan alam yang begitu melimpah, maka masyarakat suku Baduy ini salah satunya yang memiliki hal tersebut, serta tetap melestarikan kearifan lokal yang mereka miliki. Yang pertama adanya tradisi berladang, selain tradisi, berladang juga merupakan sebuah mata pencaharian bagi masyarakat suku Baduy.

Pada masa pandemi saat ini pekerja mengalami PHK, berbeda hal nya dengan Masyarakat suku baduy yang tetap
melakukan kegiatan mereka secara normal. Kemudian masyarakat baduy juga tetap dapat
menerima pasokan makan setiap harinya.
Adanya aturan dalam membuat bangunan, seperti membangun bangunan rumah yang
masih menggunakan bahan – bahan dari alam, dan tidak adanya aliran listrik pada daerah tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena mereka tidak ingin menghilangkan entitas budaya yang dimiliki, ini termasuk mitigasi karena, masyarakat Baduy menerapkan dalam hidupnya sifat kesederhanaan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang ada di Kota besar, mereka justru boros dalam menggunakan energi.

Kemudian adanya pelestarian pada Hutan yang bertujuan untuk pelestarian ekosistem dan tempat berlindung bagi manusia. Masyarakat suku Baduy sangat posesif jika menjaga alam sekitarnya. Karena hutan merupakan sumber daya yang tidak dapat dipisahkan dari diri masyarakat Baduy.

Adanya hutan yang sangat rimbun tersebut berdampak pada minimalsir orang – orang
untuk menginjakkan kaki di hutan tersebut. Jadi minimnya mobilitas manusia disini dapat
menghindari dari adanya virus Corona tersebut.

Maka dari itu peserta didik dapat melihat bagaimana kekayaan alam Indonesia serta
bentangan alam yang begitu luas jika tetap di pertahankan dengan kearifan lokal. Pasti saat ini kita tetap akan merasa aman dan terhindar dari Covid – 19. Kemudian peserta didik akan dimintai dari kesimpulan setelah melihat video pembelajaran tersebut. Dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari, dan diharapkan peserta didik dapat terhindar dari Covid – 19.(*)

Comments are closed.