Pembongkaran Hunian Liar BKT Maksimal sampai 13 April

METROSEMARANG.COM – Pembersihan hunian liar di sepanjang Banjir Kanal Timur (BKT) diberi tenggat waktu sampai 13 April nanti. Dengan begitu, maka bisa mendukung percepatan penyelesaian normalisasi yang ditarget selesai akhir 2019.

Sebuah alat berat membongkar bangunan semi permanen yang ada di bantaran BKT di Kelurahan Kaligawe, Rabu (21/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

“Seharusnya bantaran itu sudah bebas PKL dan permukiman. Ya, memang kita terkendala persoalan sosial. Tapi saya kasih tenggat waktu sampai 13 April, tidak ada alasan lagi untuk tidak direlokasi. Kami mendorong terus kepada Pemkot Semarang untuk proses relokasi,” ungkap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto, Selasa (3/4).

Ia mengatakan sejauh ini terdapat empat PKL serta dua hunian liar yang belum dibongkar. Empat PKL yang belum dibongkar berada di Bugangan 121 bangunan, Kelurahan Mlatiharjo 335 bangunan, PKL Karangtempel 374 bangunan dan PKL Sambirejo 212 bangunan.

Ruhban mendorong kontraktor untuk membersihkan dahulu pohon-pohon dan semak yang tumbuh diatas tanggul sungai. Pohon-pohon tersebut tumbuh tepat di belakang kios PKL.

Untuk hunian liar, ia menyatakan ada di Tambakrejo dengan 145 bangunan dan Kelurahan Pandean Lamper 643 bangunan.

“Saya minta tanggulnya ditata dulu, dibersihkan dari pohon. Di bawah tanggul itu kan tempat-tempat PKL yang belum mau pindah. Maka alat berat digunakan dulu untuk membersihkan tanggul, supaya PKL segera pindah karena bisa kena alat berat,” katanya.  (far)

You might also like

Comments are closed.