Pembunuh Suaminya Divonis ‘Ringan’, Nur Aini: Saya Kecewa

METROSEMARANG.COM – Nur Aini tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai persidangan kasus pembunuhan suaminya, Deni Setiawan. Dia belum sepenuhnya percaya jika dua remaja yang telah merenggut nyawa driver taksi online itu ‘hanya’ divonis 10 dan 9 tahun penjara.

Aini terlihat berkaca-kaca saat mengikuti sidang vonis kasus pembunuhan suaminya di PN Semarang, Selasa (27/2). Foto: metrosemarang.com/efendi

Sidang vonis kasus pembunuhan Deni Setiawan dengan terdakwa IBR dan DIR digelar secara terbuka di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (27/2). Dalam sidang tersebut, hakim menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun kepada IBR dan 9 tahun kepada DIR.

Keluarga korban yang hadir dalam persidangan merasa tidak puas namun mencoba ikhlas lantaran keputusan hakim sudah maksimal. “Ya sebenarnya kecewa Mas, tapi karena itu keputusannya sudah maksimal saya hanya bisa menerima. Saya juga mencoba Ikhlas,” ujar Nur Aini saat ditemui usai persidangan.

Aini juga mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh dua remaja yang masih berstatus pelajar SMK itu memang sangat sadis. Ia berdoa agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kepada siapa saja.

Aini semakin dibuat kecewa lantaran sampai saat ini belum satupun perwakilan terdakwa yang menyampaikan permohonan maaf. “Kami selalu terbuka dari awal kejadian sampai sekarang kami selalu terbuka. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan maaf itu,” imbuh Aini.

Aini juga mengakui, beberapa waktu lalu memang pihak terdakwa mengajukan permintaan untuk mengadakan pertemuan di suatu tempat. Namun sampai saat ini, hal tersebut tidak terealisasi.

“Kami kan juga punya alamat rumah, jelas juga alamatnya, silakan kalau mau hadir. Tidak perlu ada embel-embel sesuatu silakan hadir. Kami juga tidak akan melakukan hal-hal anarkis,” ujar Aini dengan mata berkaca-kaca.

Untuk diketahui, IBR yang bertindak sebagai eksekutor divonis 10 tahun dan DIR dijatuhi hukuman 9 tahun penjara. Keduanya terbukti melanggar Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan. Sesuai ketentuan, hukuman untuk kedua terdakwa yang masih di bawah umur hanya setengah dari orang dewasa. (fen)

You might also like

Comments are closed.