Pemerintah Diminta Bantu Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Rumah Subsidi

METROSEMARANG.COM – Minimnya ketersediaan lahan untuk pembangunan rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) membuat pengembang kesulitan. Saat ini para pengembang masih mengandalkan land bank milik mereka untuk pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

REI Jateng Expo ke-3 di Mal Ciputra Semarang 15 hingga 26 Maret 2017. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Wakil Ketua Litbang REI Jateng, Drajat Adi Nugroho mengatakan pembelian tanah untuk pembelian tanah terkendala harga yang di atas kemampuan. “Pemerintah seharusnya membantu para pengembang untuk mendapatkan lahan, kemudian akan kami bangun rumah subsidi,” kata dia, Rabu (15/3).

Dia menambahkan, permintaan masyarakat untuk rumah FLPP terbilang tinggi. Pada dua bulan pertama di 2017, tercatat sudah 30 rumah yang terjual dari ketersediaan 100 rumah hingga Juli 2017.

Selain lahan yang minim, pemerintah juga juga diminta untuk tidak menyamaratakan harga rumah di daerah perkotaan besar dan kota kecil lantaran kemampuan pengembang dan masyarakat yang berbeda.

“Jika di kota kecil seperti Purwodadi, masyarakat mungkin masih kesulitan membeli rumah seharga Rp 123 juta. Namun di kota besar seperti Semarang giliran pengembang yang kesulitan mewujudkan rumah dengan harga tersebut,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.