Pemerintah Imbau Warga Pindah dari Daerah Konservasi

 

Bukit Sukorejo di Kecamatan Gunungpati yang sebagian habis dikepras. Kelurahan Sukorejo termasuk salah satu titik rawan longsor. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Bukit Sukorejo di Kecamatan Gunungpati yang sebagian habis dikepras. Kelurahan Sukorejo termasuk salah satu titik rawan longsor. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Kendati sudah dipetakan daerah yang menjadi daerah konservasi, ternyata masih ada daerah yang ditinggali. Padahal daerah tersebut merupakan daerah konservasi di mana sebuah hunian tidak boleh berdiri di sana.

“Daerah Sukorejo misalnya. Kami sekarang menetapkan daerah tersebut sebagai daerah hijau dalam peta (konservasi),” kata Sekretaris Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, Muhammad Irwansyah.

Daerah perbukitan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang sebelumnya merupakan daerah yang banyak dihuni warga. Setelah dilanda beberapa kali longsor, barulah daerah tersebut dilarang untuk ditambah bangunan berupa rumah. Jika ada perorangan atau pengembang ingin membangun hunian baru di sana, DTKP tidak akan memberikan surat IMB demi terjaganya daerah konservasi.

“Setelah diteliti, ternyata daerah tersebut mempunyai kontur tanah yang tidak stabil. Tanah akan selalu bergerak, terutama ketika terguyur hujan. Sampai saat ini, Pemerintah masih berupaya untuk mengimbau warga agar pindah dari daerah berbahaya tersebut,” kata dia. (ade)

You might also like

Comments are closed.