Pemerintah Kota Tak Berpihak pada Kebudayaan

Radhar Panca Dahana bersama Gubernur Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian, Kamis (28/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Radhar Panca Dahana bersama Gubernur Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian, Kamis (28/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Pemerintah seharusnya tidak hanya menggunakan pertimbangan politik, hukum, dan ekonomi dalam mengambil kebijakan. Pertimbangan kebudayaan selayaknya juga digunakan karena pemerintahan sesungguhnya tak bisa berjalan tanpa kebudayaan.

“Pertimbangan kebudayaan bahkan bisa melampaui pertimbangan pollitik dan hukum‎. Tapi selama ini budaya tidak pernah jadi pijakan,” kata Radhar Panca Dahana, dalam diskusi di Wisma Perdamaian, Kamis (28/5).

Ketidakberpihakan pemerintah pada kebudayaan nyata terjadi dari pusat hingga daerah. Di Kota Semarang, Radhar menjumpai tak adanya pertimbangan kebudayaan dalam pembangunan. Sejumlah bukti dipaparkan Radhar untuk menunjukkan betapa Pemkot Semarang tak berpihak pada kebudayaan.

“Dekase (Dewan Kesenian Semarang) hanya diberi Rp 170 juta setahun, itu untuk satu garapan teater (saya) saja tidak cukup. Padahal Dekase membina 6 komite seni.‎ Di sisi lain pemerintah kota memberi izin Chaerul Taanjung membangun pusat hiburan di TBRS. Ini kan ironi,” katanya.

Diskusi yang dimulai pukul 09.00 itu membahas buku Radhar yang berjudul Kebudayaan dalam Politik: Kritik terhadap Demokrasi. Diskusi menghadirkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman‎, Pakar Antropologi dan Kebudayaan Undip Agus Maladi Irianto, dan Pakar Komunikasi Triyono Lukmantoro.

‎Ganjar mengaku sependapat dengan Radhar. Menurutnya, bangsa ini harus membangun pijakan kuat dalam seluruh proses politik. “Harus membangun fundamen yang mengharuskan seluruh proses politik dilandasi pertimbangan kulltural,” kata dia.

Acara tersebut adalah rangkaian dari seri diskusi buku Radhar‎ di Semarang. Selain di Wisma Perdamaian, diskusi dengan tema berbeda dilaksanakan di Undip, Unika, dan Unnes pada hari ini dan Jumat (29/5) besok.

Radhar juga menggelar pentas Teater Kosong berjudul “Homo Reptilicus” nanti malam pukul 19.30 di Auditorium RRI Semarang. Pertunjukan tersebut dimeriahkan penampilan dua artis film yakni Ine Febriyanti dan Olivia Zalianti. (byo)

You might also like

Comments are closed.