Pemerintah Rugi Rp 48 M Tiap Tahun karena Tambaklorok

Pengerukan sedimentasi laut sebagai tahap awal Kampung Wisata Bahari Tambaklorok. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Pengerukan sedimentasi laut sebagai tahap awal Kampung Wisata Bahari Tambaklorok. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Tambaklorok sebagai Kampung Wisata Bahari dirasa mendesak untuk segera direalisasikan. Pasalnya, kerugian pemerintah dan warga akan terus bertambah jika hal itu diulur-ulur.

Menurut Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan, di daerah Tambaklorok merupakan daerah yang rawan ambles tiap tahunnya. Kawasan tersebut terancam akan tenggelam jika tidak diuruk.

“Jika terus dilakukan pengurukan secara mandiri terus-menerus maka akan menghabiskan uang sekitar Rp 240 miliar tiap lima tahun. Ini berarti setiap tahunnya, uang yang digunakan untuk biaya pengurukan adalah Rp 48 miliar,” paparnya, Senin (1/2).

Dalam pembangunan tersebut, Farchan menjamin tidak akan ada penggusuran. Warga akan tetap menempati kembali kampung mereka. “Konsepnya Kampung Bahari. Jadi akan tetap ada masyarakat yang beraktivitas di kampung mereka,” tambahnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.