Pemilik Kos 10 Kamar Masuk Wajib Pajak

Agus Wuryanto Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Agus Wuryanto
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang kini masih melakukan sosialisasi ke pemilik kos yang melebihi 10 kamar bahwa mereka merupakan wajib pajak. Pada 2015 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menargetkan untuk pemilik kos yang terletak di tengah kota sudah bisa dimasukkan dalam wajib pajak sepenuhnya, kemudian menyusul daerah pinggir.

“Kami akui ada beberapa warga yang menolak. Tapi ada juga yang setuju. Biasanya mereka yang menolak adalah warga asli,” kata Kabid Pajak Daerah DPKAD Kota Semarang, Agus Wuryanto, Rabu (27/5) siang di Balai Kota.

Dia menambahkan, untuk saat ini Pemkot masih bersikap lunak karena sadar bahwa sosialisasi tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Namun untuk kelanjutannya penetapan Perda ini akan melibatkan petugas penegak hukum.

“Kalau memang nanti sudah melanggar Perda, maka sanksinya adalah penutupan tempat kos tersebut. Kos yang lebih dari 10 kamar sudah bisa dikategorikan sebagai penghasilan tambahan. Oleh karena itu wajib pajak,” tambahnya.

Untuk perizinan pendirian kos, DPKAD mempercayakan sepenuhnya pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) untuk dijadikan acuan data. Namun faktanya, pendiri kos nakal tidak mencantumkan kos dalam perizinannya sehingga DPKAD kesulitan. (ade)

You might also like

Comments are closed.