Pemilik Rumah yang Dicurigai punya WiFi ‘ISIS Tembalang’ Dikenal Tertutup

Margono, Ketua RW I Jalan Tusam Timur. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Margono, Ketua RW I Jalan Tusam Timur. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga RT 01/RW I Jalan Tusam Timur Banyumanik, mengaku tak pernah tahu siapa pemilik rumah indekost yang ditengarai memiliki keterkaitan dengan munculnya jaringan nirkabel WiFi berkode ‘ISIS Tembalang’. Mereka menyebut si penghuni indekost pun dikenal tertutup dan tak pernah berkomunikasi dengan warga setempat.

“Rumah kos itu memang dibagi dua bagian, yang satu buat kamar kos-kosan dan satunya lagi dipakai kantor leasing. Mereka sudah ada di sana sejak enam tahun lebih. Tapi yang saya heran, para penghuninya selalu menutup diri. Aktivitasnya jarang diketahui oleh warga,” ungkap Margono, Ketua RW I Jalan Tusam Timur, kepada wartawan, Rabu (2/3) pagi.

Margono lalu menjelaskan bila sang pemilik rumah juga tidak mau membaur dengan warga setempat saat diundang rapat maupun kegiatan sosial lainnya. “Selama enam tahun lebih ada di sini, dia tidak pernah datang saat rapat. Penghuni kosnya juga tidak pernah ikut kegiatan dengan warga,” kata bapak dua anak ini.

“Saya sendiri pernah masuk ke dalam rumah itu dan saya lihat kamar-kamarnya berukuran besar. Enggak tahu itu dipakai buat apa,” tambahnya.

Setahu dia, penghuni indekost tersebut kebanyakan anak-anak perempuan yang berkuliah di Undip maupun Politeknik Tembalang. “Awalnya kos putra tapi karena tidak pernah bertahan lama dijadikan kos perempuan. Ini sudah berdiri enam tahun terakhir,” jelasnya.

Ia pun menyayangkan sikap tertutup dari penghuni kos tersebut. Sebab, hal itu menyulitkannya saat mendata identitas warga pendatang yang masuk ke lingkungan kampungnya.

“Karena yang punya kos enggak pernah lapor dan anak kosnya tidak pernah laporkan KTP ke kita,” beber lelaki berusia 55 tahun tersebut. (far)

You might also like

Comments are closed.