Pemkot Batasi Jam Operasional Tempat Hiburan selama Ramadan

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 556.1/2707 tertanggal 16 Mei 2017, tentang pengaturan jam operasional seluruh usaha tempat hiburan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017 M.

Ilustrasi

Surat edaran ini dikeluarkan dalam rangka untuk menghormati bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Dan untuk menciptakan rasa saling menghormati di antara penganut agama di Kota Semarang.

”Dalam rangka saling menghormati tersebut maka jam operasional usaha tempat hiburan perlu ditetapkan ketentuan,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Semarang, Achyani, Senin (29/5).

Dia mengatakan, berdasarkan surat edaran wali kota awal Ramadan seluruh usaha diskotek/kelab malam/pub, karaoke, billiard, panti pijat, dan bar (baik di dalam maupun di luar hotel) harus ditutup mulai 26-27 Mei. ”Surat edaran ini sudah diberikan kepada seluruh usaha tempat hiburan,” ujarnya.

Sedangkan selama bulan Ramadan diskotik/kelab malam/pub, karaoke dan bar dibolehkan buka pukul 21.00-02.00 WIB. Namun khusus karaoke keluarga bisa buka pukul 12.00-16.00, dan buka lagi pukul 21.00-02.00 WIB.

Kemudian panti pijat refleksi buka pukul 10.00-22.00, panti pijat buka pukul 18.00-22.00, dan billiard buka pukul 10.00-02.00 WIB. Sementara pada saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran seluruh usaha harus ditutup pada tanggal 23-28 Juni 2017.

”Selama bulan Ramadan semua usaha tempat hiburan juga diharapkan mengedepankan aktifitas-aktifitas kerokhanian, dan tidak memutar musik-musik keras (house music) serta tidak menyediakan minuman beralkohol selama jam puasa,” terangnya.

Terkait dengan surat edaran tersebut, pihaknya meminta pemilik atau pimpinan/penanggung jawab tempat hiburan supaya menaatinya. Apabila melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai dalam Pasal 46 dan 47 Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Kepariwisataan. (duh)

You might also like

Comments are closed.