Pemkot akan Cabut Izin Pedagang Bunga yang Jual Belikan Lapaknya

METROSEMARANG.COM – Pedagang bunga menempati kembali Pasar Kembang Kalisari setelah pembangunannya diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Jumat (23/12) sore. Pedagang diperingatkan dilarang menjual lapaknya jika tidak ingin izinnya dicabut.

Wali Kota Hendrar Prihadi menyerahkan surat izin secara simbolis kepada pedanga saat peresmian Pasar Kembang Kalisari, Jumat (23/12). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Peresmian diramaikan oleh kesenian Jatilan yang bergerak dari Lapangan Garnisun ke shelter Pasar Kembang Kalisari. Sementara para pedagang mengikutinya di belakang dengan membawa kembang manggar.

Peresmian dihadiri juga Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu, Sekretaris Daerah Adi Trhananto, Muspida, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Muallim dan anggota Sahrul Qirom, para kepala dinas terkait serta perwakilan masyarakat.

Saat peresmian diserahkan pula secara simbolis surat izin usaha kepada pedagang oleh wali kota. Dalam pengarahannya, Hendrar Prihadi mengatakan, pedagang akhirnya menempati kembali Pasar Kembang Kalisari setelah 7 bulan mengungsi di Lapangan Garnisun. Pasar Kembang ini merupakan ikonnya Kota Semarang.

”Dari saya kecil sampai sekarang sebagai wali kota, saya melihat orang kalau mencari bunga pasti carinya ke Pasar Kembang Kalisari,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

Ia meminta, Dinas Pasar untuk memastikan pasar tertata dengan baik dan menggratiskan biaya retribusi selama 3 bulan. Pindahan pedagang juga tidak boleh dimintai pungutan uang. Jika ada yang meminta pedagang harus melaporkan dan oknum itu akan ditindak tegas.

Tapi, bagi pedagang juga harus menjaga kebersihan terutama sampah. Lapak juga dilarang keras diperjualbelikan. Jika ketahuan dijual maka surat izin usahanya akan dicabut. Surat izin ini bisa dijadikan jaminan kredit di lembaga pembiayaan.

”Izinnya jangan diperjual belikan, dirawat kiosnya, jaga kebersihannya. Kalau bosen kembalikan lagi pada pemkot, jangan serhakan atau dijual pada orang lain,” katanya.

Pedagang juga diminta untuk tidak menaikan harga dagangannya. Tapi usaha menarik pembeli harus dilakukan secara profesional. Jika dinaikan terlalu mahal dikhawatirkan pembeli malah akan lari. Dan akan sulit untuk menarik lagi simpati dari mereka.

Suasana prosesi peresmian Pasar Kembang Kalisari, Jumat (23/12). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Ketua Shelter Pasar Kembang Kalisari, Susmianto, menyampaikan terimakasih karena pasar telah dibangunkan secara bagus. Penempatan dan izin usaha juga diberikan secara gratis. Pedagang akan menjaga pasar tetap bersih dan menarik.

”Pedagang akan menata lebih baik dan bersih dari sebelumnya, sehingga pasar kembang bisa jadi ikon kota,” ujarnya.

Menurutnya, pedagang yang akan masuk shelter terdiri dari pedagang tanaman pot ada 41, florist 63, dan pot bunga 7 sehingga total 111. Tidak akan ada penambahan pedagang baru.

”Yang kurang di shelter hanya listrik belum menyala, pedagang kerjasama dengan kontraktor dan Dinas Pasar akan minta PLN secepatnya memasang sambungan, karena sudah dibayar penuh,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan, siap menggratiskan biaya retribusi selama 3 bulan ke pedagang sesuai kebijakan wali kota. (duh)

You might also like

Comments are closed.