Pemkot Didesak Segera Terbitkan Perda Pendirian Tower Seluler

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang didesak segera menerbitkan perda tentang pendirian tower seluler. Selain memangkas tower-tower ilegal, perda tersebut dianggap bisa meminimalisasi kerugian dari sektor pajak.

Menurut Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Achmad Zaid, pelanggaran pendirian tower seluler di Kota Semarang sangat tinggi. Dari sekitar 600 tower yang berdiri, 60 persen di antaranya tidak dilengkapi dengan izin yang lengkap. Akibatnya, pendapatan pajak Kota Semarang mengalami kerugian cukup besar

Penyegelan tower seluler di Jalan Gedongsongo, Manyaran, Kamis (17/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Penyegelan tower seluler di Jalan Gedongsongo, Manyaran, Kamis (17/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Bayangkan saja, jika satu tower pengurusan izin IMB sebesar Rp 1 juta, sudah berapa ratus juta pajak yang tidak masuk ke Kota Semarang,” kata Zaid di sela penyegelan tower seluler di Jalan Gedongsongo Kelurahan Manyaran Kecamatan Semarang Barat, Kamis (17/3).

Hal tersebut, lanjut Zaid, harus segera disikapi serius. Salah satunya terkait permasalahan regulasi. Selain adanya Perda, proses pengurusan izin juga harus dipermudah. Zaid kerap mendengar keluhan para pengusaha yang enggan mengurus perizinan karena proses yang dianggap terlalu ribet.

“Sampai saat ini, belum ada Perda khusus yang menangani tower seluler. Padahal, dengan permasalahan ini, harusnya ada Perda khusus tentang tower agar hal tersebut dapat diatasi,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Penegak Perundang-Undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Aniceto da Silva mengungkapkan, tower yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Shirothol Mustaqim tersebut diketahui tidak mengantongi izin, baik IMB maupun HO.

“Pendirian tower ini juga ditolak warga karena dinilai meresahkan. Sehingga, kami lakukan tindakan berupa penghentian operasional tower, penyitaan panel serta penyegelan,” kata Aniceto da Silva. (din)

You might also like

Comments are closed.