Pemkot Diminta Buat Kantong Parkir di Pusat Oleh-oleh Pandanaran

METROSEMARANG.COM – Pemkot Semarang diminta menyediakan kantong parkir di area pusat oleh-oleh sepanjang Jalan Pandanaran. Solusi kantong parkir di Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Batan Miroto, dan Museum Mandala Bhakti dinilai tidak efektif bagi pengunjung yang ingin membeli  oleh-oleh.

Petugas Dishubkominfo memasang pembatas di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Seorang karyawan toko oleh-oleh Lunpia Kp. Baris Semarang di Jalan Pandanaran, Lina mengatakan, sejak diterapkannya aturan larangan parkir di sepanjang Jalan Pandanaran pembeli oleh-oleh menurun drastis. Tidak ada pembeli yang mau berhenti karena takut akan disemprit, ditilang, bahkan digembosi ban kendaraannya oleh petugas yang berjaga.

”Pedestarian memang tidak boleh untuk parkir. Tapi pemerintah seharusnya memberikan solusi atas kebijakan itu dengan membangun atau menyediakan kantong parkir di daerah sekitar pusat oleh-oleh, sehingga tidak terlalu jauh,” katanya, Kamis (27/4).

Menurutnya, kantong parkir pengunjung pusat oleh-oleh yang disediakan oleh pemerintah di Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Batan Miroto, dan Museum Mandala Bhakti terlalu jauh. Tidak efektif jika diperuntukkan untuk pengunjung pusat oleh-oleh yang berada di Jalan Pandanaran.

”Sebab rata-rata pembeli yang mau membeli di pusat oleh-oleh hanya punya waktu sebentar, sehingga tidak mau parkir di tempat yang terlalu jauh. Masak mau beli di sini selama 5 menit saja harus parkir di Museum Mandala Bhakti atau Jalan Batan Miroto,” katanya.

Ditambahkan, meskipun pemkot menyediakan fasilitas shuttle bus gratis di kantong-kantong parkir itu pembeli merasa tetap tidak efektif, karena terlalu jauh sehingga butuh waktu lama. ”Jadi solusinya ya pemerintah harus membuatkan kantong parkir di dekat pusat oleh-oleh,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.