Pemkot Diminta Tata Ulang Wilayah Kelurahan

Pemkot Semarang diminta segera melakukan penataan wilayah kelurahan yang belum merata. Foto Metrosemarang/MS-01
Pemkot Semarang diminta segera melakukan penataan wilayah kelurahan yang belum merata. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Pemkot Semarang diminta melakukan penataan ulang teritorial pemerintahan di tingkat kelurahan. Sebab masih banyak wilayah kelurahan yang tidak sebanding dengan jumlah penduduknya. Porsi yang tidak proporsional, dapat berpengaruh terhadap pelayanan yang tidak optimal.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, masih banyak kelurahan yang memiliki wilayah sangat kecil, hanya terdri dua sampai tiga RW saja. Sebaliknya, ada kelurahan yang memiliki kepadatan penduduk, sedangkan jumlah pegawai kelurahannya minim.

“Misalnya di Kelurahan Tlogosari Kulon terdapat 30 RW dengan jumlah penduduk lebih dari 40.000 jiwa. Sedangkan di Kelurahan Terboyo Kulon hanya memiliki 2 RW saja dengan jumlah penduduk sekitar 500 jiwa saja,’’ terangnya.

Menurut legislator Partai Gerindra itu, pemkot harus segera menata wilayah kelurahan yang tidak proporsional tersebut. Penataan bisa dengan merger antar kelurahan yang minim penduduk. Begitu sebaliknya, kelurahan yang terlalu luas dan banyak penduduknya juga harus ditata ulang.

‘’Wilayahnya dan penduduknya banyak, sementara pegawai di kelurahan sangat terbatas, jelas ini bisa mengganggu optimalisasi kelurahan. Saya berharap pemkot konsen terhadap penataan ulang pemerintahan paling bawah itu,’’ tegasnya.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, Purnomo Dwi Sasongko mengatakan, penataan ulang teritorial pemerintahan di tingkat kelurahan butuh kajian. Perlu pembicaraan bersama semua pihak terkait termasuk legislatif dan masyarakat di kelurahan sendiri.

‘’Apabila memungkinkan berdasarkan kajian dan kesepakatan bersama, juga hal-hal lainnya mendukung, mungkin bisa merger atau penataan ulang kelurahan dilakukan,’’ katanya. (MS-13)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.