Pemkot Genjot Program Wajib Belajar 12 Tahun

METROSEMARANG.COM – Program wajib belajar 12 tahun di Kota Semarang masih terus digenjot. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang rata-rata anak sekolah di Ibu Kota Jateng ini hanya mencapai 10,67 tahun. Artinya, rata-rata tidak sampai tamat tingkat Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMK).

Ilustrasi. Pemkot Semarang terus menggenjot program pendidikan dasar 12 tahun. Foto: metrosemarang.com/dok

Dari data tersebut terlihat setidaknya pada kelas 11 SMA/SMK banyak anak yang putus sekolah. Hal ini pun diakui Pemerintah Kota Semarang sebagai salah satu Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera diselesaikan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan anak putus sekolah tersebut. Namun faktor yang paling tinggi adalah masalah ekonomi. Pemkot Semarang sendiri sudah menggratiskan biaya pendidikan SD hingga SMP.

‘’Sedangkan SMA/SMK sebelumnya pernah digratiskan, namun saat ini kewenangannya sudah ditarik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai perintah Undang-Undang,’’ kata Wali Kota, Selasa (27/3).

Hendi, sapaan karibnya, menuturkan ada 3 faktor untuk modal penguatan ekonomi. Yaitu kesehatan, perbaikan infrastruktur yang menunjang perekonomian, dan pendidikan.

Kesehatan Pemkot Semarang sudah melakukan upaya yang terbaik termasuk adanya program UHC. Perbaikan infrastruktur juga terus dilakukan hingga wilayah-wilayah pinggiran. Pendidikan diakui masih menjadi PR.

PR itu, lanjutnya, mesti menjadi perhatian orang tua juga agar memberikan motivasi anaknya untuk bersekolah hingga tingkat yang tinggi minimal sampai sarjana. Menurutnya, Pemkot Semarang pun juga sudah tentu pasti akan melakukan tugasnya.

‘’Sektor penganggaran sudah kita sesuaikan Undang-Undang, untuk pendidikan 20 persen dari APBD. Sektor kesehatan juga di atas 10 persen dan sektor ekonomi masih fokus pada perdagangan dan jasa,’’ pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.