Pemkot Harus Punya SOP Pelayanan Kesehatan Korban Banjir

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang diminta tidak hanya memperhatikan kerusakan infrastruktur terkait dampak banjir yang terjadi di kota ini. Tetapi pemerintah juga harus memperhatikan kesehatan warga yang terdampak.

Imam Mardjuki
Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Bahkan, pemerintah dinilai seharusnya memiliki standar operasional prosedur (SOP) baku dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat yang terdampak banjir.

Menurut Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Imam Mardjuki, SOP tersebut sangat dibutuhkan mengingat banjir adalah bencana rutin di Semarang setiap musim penghujan.

Dia mengungkapkan, pemerintah saat ini memang sudah memberikan pelayanan kesehatan dengan baik untuk masyarakat korban banjir. Namun demikian Pemkot Semarang masih pasif menunggu laporan atau permintaan masyarakat.

‘’Pemerintah sudah melayani dengan baik, hanya saja sifatnya pasif, tidak aktif, menunggu laporan dan permintaan masyarakat saja,’’ jelasnya, Kamis (22/2).

Politisi PKS ini menegaskan, SOP pelayanan kesehatan masyarakat terdampak banjir ini harus disusun. Banjir adalah bencana rutin yang hampir setiap tahunnya terjadi, sehingga gejala-gejala dan pola rutin sudah dapat diketahui.

‘’Setiap tahun dan musim penghujan di Kota Semarang masih terjadi banjir, maka SOP perlu disusun agar pelayanan kesehatan semakin baik dan lebih responsif lagi,’’ katanya.

Penyusunan SOP pelayanan kesehatan untuk warga terdampak banjir ini, lanjutnya, menjadi leading sektor dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun BPBD juga perlu berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.

SOP tersebut diharapkan nanti akan memuat beberapa hal tentang penanganan teknis pelayanan kesehatan korban banjir. Seperti misalnya ketersediaan obat, alat-alat kesehatan yang harus ada, sistem koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas, jumlah tenaga kesehatan dan dokter, serta kebutuhan-kebutuhan pelayanan kesehatan lainnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.