Pemkot Klaim 92 Persen Kegiatan di Tahun 2017 Dapat Terselesaikan

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melakukan peresmian kegiatan OPD tahun anggaran 2017 dan ground breaking pembangunan penataan Kawasan Kota Lama tahun 2018 di Taman Srigunting, Kota Lama, Senin (8/1). Sebanyak 485 program dengan 3.323 kegiatan yang telah direncanakan hampir semuanya berhasil direalisasikan.

Foto walikota memberi sambutan pada peresmian kegiatan pemkot tahun anggaran 2017

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pada 2017 dari APBD Rp4,75 triliun terdiri dari belanja tidak langsung Rp1,54 triliun (32,42%) dan belanja langsung Rp3,21 triliun (67,58%). Dari belanja langsung tersebut terdapat 485 program dengan 3.323 kegiatan.

‘’Dari ribuan kegiatan tersebut terlaksana 92%, seluruh pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan di tahun 2017 hanya terdapat 5 proyek yang tidak dapat selesai tepat waktu,’’ kata Hendi, sapaan karib wali kota usai peresmian proyek pemerintah Kota Semarang tahun 2017.

Lima proyek yang tidak selesai tepat waktu tersebut seperti di antaranya di Dinas Pekerjaan Umum terdapat dua proyek pembangunan Jalan raya. Kemudian juga di Dinas Perdagangan ada dua pembangunan pasar bantuan dari pemerintah pusat yang belum terselesaikan, serta satu lagi pengerjaan taman di Dinas Perumahan dan Permukiman.

Sementara di tahun 2018 ini, Wali Kota Hendi menjelaskan bahwa pihaknya ingin lebih menekankan pembangunan pada wajah kota dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan taman. Sehingga kota akan menjadi lebih nyaman, asri dan rapi.

‘’Wajah kota harus diubah dan harus ada percepatan pembangunan agar lebih hijau, bagus, rapi, indah. Perlu ditambah lagi kawasan hijau dan tamannya,” tegasnya.

Sedangkan untuk mendukung penataan wajah Kota Lama, dia menegaskan Pemkot akan meminta bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi serta peran swasta dan masyarakat untuk ikut membantu rencana tersebut. Sehingga pembangunan Kota Semarang khususnya penataan Kota Lama dapat berjalan lebih baik dan hepat.

‘’Saat ini Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah masih jauh dari kota-kota besar lain dalam segi penataan pusat kotanya,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.