Pemkot Klaim Proyek Kolam Retensi di Muktiharjo Kidul Tak Salahi Prosedur

Walikota Hendrar Prihadi meninjau pengerukan sedimentasi sungai. Untuk mengurangi banjir di Kota Semarang, Pemkot juga akan membangun kolam retensi di Muktiharjo Kidul. Foto Metrosemarang
Walikota Hendrar Prihadi meninjau pengerukan sedimentasi sungai. Untuk mengurangi banjir di Kota Semarang, Pemkot juga akan membangun kolam retensi di Muktiharjo Kidul. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, Purnomo Dwi Sasongko, membantah pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan menyalahi aturan. Pembangunan tersebut sudah susuai dengan Perda RTRW.

Dia menjelaskan, Perda RTRW dibuat dengan skala 1 : 25.000, lebih besar daripada detail engineering design (DED) kolam retensi Muktiharjo Kidul yang dibuat dengan skala 1 : 1.000 atau bahkan 1 : 500. Karena itu dalam DED tidak kelihatan karena terlalu kecil kalau lokasi untuk kolam retensi Muktiharjo Kidul itu sudah sesuai dengan RTRW.  ‘’Kalau soal status tanah saya tidak tahu,’’ katanya.

Pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul guna mengatasi masalah banjir di wilayah Genuk. Pembuatan embung ini menjadi salah satu upaya mengatasi banjir di wilayah bawah.

Untuk sekadar diketahui, penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan kostruksi kolam retensi Muktiharjo Kidul sudah dilakukan pada 18 Agutus lalu. Kontraktornya PT Harmony International Technology berlamat di Jalan Kumudasmoro Tengah Raya No 17 Lantai 2, Kota Semarang. Nilainya sebesar Rp 33,722 miliar dari pagu Rp 34,900 miliar yang bersumber dari APBD 2014.

Pembangunan kolam retensi ini akan dilaksanakan di bekas lahan bengkok Kelurahan Muktiharjo Kidul seluas 5 hektare. Lahan tersebut berupa tambak ikan yang saat ini dikelola oleh warga. Luas tanah bengkok keseluruhan sebenarnya 8 hektare. Namun selebihnya telah ditempati warga dengan status hak milik. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.