Pemkot Luncurkan T-Cash, Pengguna BRT Tak Perlu Bayar Tunai

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan layanan keuangan digital T-Cash pada pembayaran Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Melalui program ini maka masyarakat tidak perlu membayar dengan uang tunai ketika naik bus Trans Semarang.

Peluncuran T-Cash untuk transaksi BRT Trans Semarang, Jumat (18/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Pembayaran BRT dengan model T-Cash ini akan membantu masyarakat. Saya yakin bisa menambah minat masyarakat mengunakan BRT,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi setelah peluncuran T-Cash, yang bekerjasama dengan Telkomsel di halaman balai kota, Jumat (18/8).

Dijelaskan, saat ini Trans Semarang sangat diminati masyarakat sebagai pengganti transportasi pribadi. Ada 6 koridor dengan 126 armada bus yang rata-rata setiap tahunnya mengangkut 8 sampai 9 juta penumpang.

Sedangkan pengguna Telkomsel dari 250 juta penduduk Indonesia, ada sekitar 180 juta orang yang menggunakan layanan Telkomsel. Sehingga T-Cash sekaligus akan menjadi alat promo karena orang  akan tahu bahwa di Semarang ada Trans Semarang, dan pembayarannya bisa secara non tunai.

Ditegaskan, T-Cash bisa menghindari hal-hal yang kadang dapat terjadi, seperti pungli atau pungutan liar, catatan yang tidak sesuai transkasi, atau kebocoran. Sehingga lebih aman dan lebih praktis. ”Non tunai ini juga program pemerintah pusat yang harus dijalankan di tingkat daerah,” katanya.

Ditambahkan, meski di Indonesia dilarang monopoli, diproyeksikan semua warga Semarang pengguna Trans Semarang nantinya menggunakan T-Cash. Tidak boleh lagi nantinya membayar secara tunai. Sebab T-Cash bentuknya kecil, praktis, dan bisa ditempel dimana saja.

”Tidak seperti sebuah kartu yang saat ini orang sudah punya banyak, dan kecenderungannya sering terselip,” tadas orang nomor di Semarang yang sering disapa Hendi. (duh)

You might also like

Comments are closed.