Pemkot Minta PT KAI Hormati Hak Warga Kebonharjo

METROSEMARANG.COM – Sosialisasi Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan warga Kebonharjo terkait reaktivasi jalur rel Pelabuhan Tanjung Emas-Stasiun Tawang digelar di halaman Kelurahan Tanjung Mas, Selasa (3/5) siang.

Adi Tri Hananto Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Adi Tri Hananto
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Dalam sosialisasi tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Adi Tri Harnanto hadir mewakili Wali Kota Hendrar Prihadi. Adi mengatakan, jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Semarang menyatakan sikap yang sama dengan Pemerintahan Provinsi (Pemprav) Jawa Tengah.

“Adalah menghormati hak warga, jadi kalau ada langkah-langkah untuk pengadaan tanah, itu pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum. Jadi proses itu yang semestinya harus berjalan,” kata Adi kepada wartawan.

Sementara itu, kuasa hukum warga Kebonharjo Budi Sekoriyanto mengungkapkan, PT KAI agar menarik kata-kata ilegal atas SHM yang sudah dimiliki warga Kebonharjo. Ia mengungkapkan dari 130 bangunan, ada 15 bangunan yang tidak memiliki SHM.

“Karena yang berhak menyatakan ilegal adalah pengadilan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang bersangkutan,” ucapnya saat ditemui metrosemarang.com.

Di sisi lain, Budi memastikan tidak akan menghadiri sosialisasi tahap ketiga yang akan berlangsung pekan ini. Hal itu karena warga menganggap sosialisasi yang pernah dilakukan PT KAI tidak mampu menunjukkan bukti kepemilikan yang sah terhadap lahan di Kebonharjo.

“Sertifikat tanah hak milik kita (warga) adalah sah, PT KAI tidak mempunyai hak untuk meminta,” tegasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.