Pemkot Mulai Serius Lakukan Inovasi Urban Farming

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mulai serius melakukan inovasi ‘urban farming’, yaitu konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan. Konsep ini diharapkan bisa mendorong ketersediaan pangan.

Wali Kota Hendrar Prihadi menerima sayuran organik dari TP PKK Kota Semarang dalam pelatihan di Kelurahan Pakintelan, Kamis (9/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu terlihat dengan kegiatan pelatihan budidaya sayuran organik dan hidroponik yang dilakukan pemkot kerjasama TP PKK Kota Semarang di Kelurahan Pakintelan, Kamis (9/2). Wali Kota Hendrar Prihadi ikut hadir langsung dalam pelatihan.
PKK Kelurahan Pakintelan dan Kelompok Wanita ‘Tani Mentari’ juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Melalui pelatihan tersebut, warga diharapkan mampu menyiapkan media tanam, pemilihan bibit unggul sayuran, cara menanam, serta merawat dan mengembangbiakkan menjadi beberapa tanaman. Sehingga akhirnya dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan salah satu solusi pemanfaatan lahan pekarangan yang kian hari makin sedikit. Dengan kegiatan ini, lahan seluas apapun dengan kondisi apapun dapat diolah menjadi lahan yang produktif. Dengan begitu harapannya masyarakatpun dapat menggunakan pekarangannya sebagai lahan pertanian perkotaan.

“Selain melakukan penghijauan, warga dapat mengonsumsi sayuran yang ditanamnya sendiri,” jelas Hendi, panggilan akrabnya.

Menurutnya, pengeluaran belanja rumah tangga bisa ditekan, karena tidak perlu lagi membeli cabai rawit, tomat, dan sayuran. Karena tersedia di pekarangan sendiri serta dapat dengan mudah diperoleh.

“Uang untuk belanja sayuran dapat ditabung atau digunakan untuk keperluan lainnya,” tambahnya.
Ditargetkan, tahun ini ada 16 titik lokasi yang akan menerima pelatihan tersebut.

Sementara, Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana menjelaskan urban farming  juga dapat menunjang ekonomi keluarga. “Ini dapat menjadi solusi disaat harga sayur seperti cabai melambung tinggi”, jelas wanita yang akrab disapa Tia ini.

Dia menambahkan, program ini merupakan bentuk dukungan program TP PKK yang dilaunching 25 Januari 2017. Yaitu gerakan tanam cabai di tiap kelurahan, dimana warga diajak minimal 1 keluarga menanam 1 tanaman cabai. (duh)

You might also like

Comments are closed.